Evolusi eBook Menjadi Pengganti Buku Konvensional | Male Indonesia - Men in Life Men in Style
Evolusi eBook Menjadi Pengganti Buku Konvensional
Sopan Sopian | Digital Life

eBook atau buku elektronik secara universal adalah publikasi berbasis teks dalaman bentuk digital. eBook dirancang untuk dibaca dari perangkat yang kompatibel secara elektronik baik IReader, Kindle EReader, smartphone, tablet atau komputer pribadi. 

Pixabay.com

Dipercaya, bahwa Angela Ruiz Robles adalah orang pertama yang memiliki ide inovatifnya di Spanyol pada tahun 1949 terkait eBook. Angela Ruis Robles adalah seorang guru sekolah, yang prihatin kepada murid-muridnya membawa buku bolak-balik dari sekolah setiap hari. 

Idenya adalah bahwa pembaca akan jauh lebih mudah membawa buku untuk anak-anak sekolah, daripada sejumlah buku teks yang berbeda setiap harinya. Dalam desain pertama Angela, jumlah teks yang ia susun begitu kecil, dan dicetak ke gulungan dan dioperasikan oleh udara terkompresi. 

menurut laman historycooperative, Robles membuat prototipe pertamanya pada tahun 1949. Meskipun buku ini bukan buku elektronik, ia masih dianggap sebagai pembaca otomatis pertama. Proyeknya tidak pernah diambil untuk produksi massal dan dia tidak pernah bisa mendapatkan paten yang layak pada desain, tetapi ada foto dia memegangnya pada tahun 1949 sehingga dia masih bisa mengklaimnya.

Internet dan eBook
Ya, internet adalah langkah awal bagi eBook. Berbagi informasi, dan berbagi file menjadi tempat kelahiran buku-buku elektronik. Pada tahun 1971, Michael Hart, seorang mahasiswa di University of Illinois, mendapatkan kesempatan menggunakan komputer tanpa batas dengan komputer mainframe Xerox yang sangat besar di laboratorium Material Research. 

Karena tidak banyak orang yang menggunakan internet pada tahun 1971, Michael Hart mengubah kebosanannya di depan komputer menjadi peluang yang luar biasa. Ketika Hart diberi salinan Deklarasi Kemerdekaan dari sebuah toko kelontong menjelang kembang api lokal pada 4 Juli 1971,  ia menemukan inspirasinya. 

Hart menggunakan waktu bebasnya menggunakan komputer dengan baik. Hart mengetik teks ke komputer, semuanya menggunakan huruf kapital karena tidak ada opsi huruf kecil pada saat itu, dan mengirim pesan pada ARPAnet (bagian yang kini menjadi internet) mengatakan bahwa itu sekarang tersedia untuk diunduh. Enam orang menerima tawaran itu dan mengunduh teksnya. Di situlah eBook pertama di dunia lahir.

Hart kemudian mulai mengetik lebih banyaktulisan untuk disediakan secara elektronik. Entri-entrinya termasuk Bill of Rights, Konstitusi Amerika dan Alkitab Kristen. Apa yang ia ciptakan jauh lebih dari sekadar dokumen teks elektronik, yang ia ciptakan adalah sebuah ide. Gagasan tidak hanya menggunakan komputer untuk memecahkan angka dan menangani data, tetapi untuk membuat komputer berbagi teks dan literatur.

Perkembangan berikutnya datang pada tahun 1987 dari pencipta game komputer East Gate Systems. Saat itulah perusahaan menerbitkan karya fiksi teks hiper pertama. Buku hypertext pertama berjudul Afternoon oleh Michael Joyce dan tersedia untuk pembelian di floppy disk

Buku-buku itu dibuat sebagai demonstrasi pertama dari program online baru yang disebut Story Space. Story Space adalah program perangkat lunak yang tersedia untuk komputer pribadi dalam membuat, mengedit, dan membaca fiksi hypertext.

1993
Perkembangan kemudian pada tahun 1993. Di mana BiblioBytes meluncurkan situs web untuk menjual ebook melalui internet, perusahaan pertama yang membuat sistem pertukaran keuangan melalui internet.

1999
Penerbit Amerika Simon & Schuster membuat cetakan baru, ibooks, dan menjadi penerbit dagang pertama yang secara bersamaan menerbitkan judul dalam format ebook dan cetak. Penulis utama di dalamnya Arthur C Clarke, Irving Wallace, dan Raymond Chandler. Oxford University Press menawarkan pilihan buku-bukunya melalui internet melalui netLibrary.

Institut Nasional Standar dan Teknologi di Amerika mengadakan konferensi eBook pertamanya. Dick Brass dari Microsoft menyatakan bahwa eBook adalah masa depan membaca. "Kami memulai revolusi yang akan mengubah dunia setidaknya sebanyak yang dilakukan Gutenberg," katanya, dan meramalkan bahwa pada 2018, 90% dari semua buku yang terjual adalah eBook. Jumlah ini, 90% gagal Orang-orang saling membeli buku, dan mereka tidak saling membeli eBook

Akan Seperti Apa eBook di Masa Depan?
eBook, seperti halnya film, musik, dan TV sebelumnya, sedang berkembang. Misalnya, Anda menerbitkan buku, tetapi Anda juga meluncurkan eBook-nya. "eBook lebih mirip dengan Internet daripada buku-buku tradisional," tutur Hugh McGuire dalam laman digitalpubbing.

Panjang buku elektronik berubah. eBook bisa lebih pendek dari buku cetak. eBook juga dapat diterbitkan sebagai serial, memungkinkan model penerbitan yang gesit. Pembaca sekarang memiliki kesempatan untuk memberikan masukan dan membantu membentuk konten.

Pembaca bahkan tidak perlu membeli seluruh e-book. Mereka dapat membeli dengan bab. Di Indonesia, hal ini dilakukan oleh startup Bookslife. Selain itu, eBook diklaim lebih interaktif, di dalamnya bisa terdapat kuis dan alat penilaian diri. 

Bahkan, eBook yang ditingkatkan telah memanfaatkan kemampuan video dan audio, tetapi banyak dari eBook ini memiliki konten yang berlebihan. Seiring eBook berkembang, diprediksi eBook memungkin lebih banyak panduan perjalanan dengan kemampuan GPS dan visual yang indah yang dapat digambarkan sebagai sinematik. *** (SS)

SHARE