Rosa Salazar, Tunawisma di Balik Kecantikan Alita - Male Indonesia
Rosa Salazar, Tunawisma di Balik Kecantikan Alita
Sopan Sopian | News

Dalam film Alita: Battle Angel, Rosa Salazar sukses 'menghembuskan' kehidupan yang luar biasa ke dalam peran cyborg amnesia yang bangun dalam distopia pasca-apokaliptik, mencari jawaban siapa dia dan dari mana asalnya.

Photo by Good.Night35 on wikipedia 

Rosa Salazar merupakan aktris muda yang bisa dikatakan beruntung mendapatkan peran tersebut. Karena, peran itu adalah peran yang diperebutkan aktris muda Hollywood sebelum produksinya. Dibalik kesuksesan Salazar, ternyata memiliki masa lalu yang kelam.

Masa kecil Rosa Salazar dihabiskan di Washington, DC, dan ia adalah wanita berdarah Kanada. Namun, laman heightline menuliskan bahwa ia lahir dan dibesarkan di Greenbelt, Maryland. Sejak kecil ia diasuk oleh kakek-neneknya.

Pada usia remaja (15 tahun), ia memutuskan untuk menjadi mandiri. Ia menjadi seorang yang nomaden (berpindah-pindah tempat), hidup sebagai tunawisma menghabiskan waktu berkeliaran di seluruh Amerika. "Aku sudah sering melakukannya," tuturnya dalam laman filmink.

"Hal itu memabukan, dan Anda akan benar-benar muak akan hal itu. Ketika Anda belum mandi berhari-hari, dan Anda sedang mencari tempat tidur, itu tidak mudah. Aku sebenarnya bisa saja menyerah saat itu,” tambahnya.

Diusia remajanya ia sudah bekerja di tempat hiburan, di sebuah bar punk di Washington. Kemudian ia keluar dari pekerjaan itu dan pindah ke New York, di mana ia bertemu dengan produser CollegeHumor. Di sana ia mengerjakan beberapa sketsa sebelum pada 2009 ia kemudian pindah lagi ke Los Angeles.

Memulai Karier Keartisan
Hangat, energik, dan cerdas, itulah yang mungkin bisa disematkan sebagai deskripsi singkat seorang Rosa Salazar. Atas hal itu pula, ketika berada di Los Angeles, karier kertisannya mulai terbuka. Ia mendapatkan peran debut awalnya pada 2011 dalam episode Law & Order: LA sebagai Yolanda. 

Setelah Law & Order, Rosa muncul dalam American Horror Story: Murder House. Setelah itu, kariernya semakin menanjak, dan ia dipercaya memerankan tokoh Zoe DeHaven dalam Parenthood. Kemudian, profilnya meningkat baik di Hollywood maupun di kalangan penggemar televisi.

Memanfaatkan kariernya yang kian cemerlang, ia terus menerima peran dan muncul di beberapa acara seperti Body of Proof dan Ben and Kate. Ia semakin diperhitungkan karena ia selalu totalitas dalam berakting meski peran yang ia perankan tidak begitu penting dalam sebuah film atau serial televisi.

Selain itu, ia jua sempat menjadi pengisi suara pahlawan dalam kartun Epic, yang dirilis pada 2013, dan game Batman: Arkham Origins. Namanya mulai dikenal publik ketika ia memerankan Lynn dalam film The Divergent Series: Insurgent (2016).

Tangga kesuksesan mulai menjalar pada dirinya, saat ia membintangi film petualangan,  Maze Runner: The Scorch Trials sebagai Brenda. Sejak saat itu, ia membintangi film-film lain seperti Submerged, CHiPs, dan film ketiga dalam trilogi Maze Runner, Maze Runner: The Death Cure, dan sekarang ia benar-benar menjadi tokoh utama dalam film Alita: Battle Angel (2019). *** (SS)

SHARE