Waktu yang Tepat Stop Komunikasi Dengan pasangan | Male Indonesia - Men in Life Men in Style
Waktu yang Tepat Stop Komunikasi Dengan pasangan
Sopan Sopian | Relationships

Semua sepakat bahwa dalam suatu hubungan apapun harus ada komunikasi. Tujuannya untuk menghindari kesalahpahaman atau untuk hubungan itu sendiri saling terikat dan makin intim. Akan tetapi, ada saatnya Anda berhenti komunikasi.

Pixabay.com

Dengan kata lain, ada kalanya pasangan hanya perlu berhenti berbicara. Namun, kapan dan dalam waktu seperti apa hal itu dilakukan? Mengutip laman eharmony, berikut adalah lima waktu khusus, alih-alih berbicara lebih banyak, lebih baik berdiam diri saja.

Berhenti Berbicara Ketika Salah Satu dari Anda tidak Siap untuk Berbicara
Ada kalanya seseorang tidak berada di tempat yang baik untuk melakukan diskusi yang bermanfaat. Misalnya salah satu dari Anda sedang berada dalam posisi sibuk bekerja. Mungkin juga si dia sedang fokus pada sesuatu yang lain, atau hanya merasa tidak nyaman untuk ingin berbicara banyak. 

Jika Anda memiliki sesuatu dalam pikiran Anda dan pasangan Anda belum siap untuk membicarakannya, jangan memaksakan. Tetapi beri tahu pasangan Anda bahwa Anda ingin berbicara. Katakan sesuatu seperti “Saya ingin berbicara tentang apa yang terjadi semalam. Tidak harus sekarang, tetapi saya ingin segera membahasnya. Akankah Anda memberi tahu saya ketika Anda siap?"

Berhentilah Berbicara Ketika Anda Telah Mengatakannya Sejuta Kali
Jika Anda telah memberi tahu pasangan Anda sejak Anda bertemu bahwa sikap yang dimilikinya tidaklah baik jika terus dibiasakan. Atau kerap tak pernah memantaskan diri atau berdandan yang baik atau terlalu menor ketika harus jalan dengan Anda. 

Atau jika Anda berdua terus-menerus berdebat tentang berapa lama harus bersiap-siap untuk kencan, sekarang mungkin saatnya untuk mengambil jeda semi permanen dari percakapan itu. Pada titik tertentu Anda harus menyadari bahwa berbicara tidak banyak bermanfaat dan, dalam hal ini, tidak akan memberikan solusi. 

Ada saat-saat Anda hanya harus setuju untuk tidak setuju, atau membuat tabel semua diskusi tentang masalah tersebut, katakanlah, enam bulan ke depan. Intinya adalah bahwa Anda harus menyerah pada percakapan yang Anda terus berulang tanpa resolusi.

Berhentilah Berbicara Ketika Salah Satu dari Anda Menjadi Sangat tidak Masuk Akal
Bayangkan Anda telah memulai diskusi tentang keuangan atau masa depan, dan pasangan Anda lepas kendali, mengutuk sikap Anda dan menuduh Anda menyerangnya seperti "Anda selalu mengkritik saya dan Anda tidak pernah menghargai apa yang saya lakukan untuk Anda!" 

Anda mungkin tidak tahu persis dari mana emosi yang kuat itu berasal, mungkin sesuatu terjadi di tempat kerja, atau mungkin pasangan Anda memiliki interaksi negatif dengan teman atau anggota keluarga. 

Tetapi Anda tahu bahwa pada saat tertentu, pasangan Anda tidak berada sepenuhnya masuk akal. Pada titik ini, taktik paling bijak adalah menghindari mendiskusikan masalah atau perilaku aneh. Sebaliknya, mundur saja dari percakapan.

Berhentilah Berbicara Jika Anda Memiliki Jumlah Waktu Terbatas
Anda tahu Anda akan berada di bioskop dalam lima menit. Atau Anda akan bertemu teman untuk makan malam, atau tiba di sebuah pesta. Anda hanya memiliki sedikit waktu, dan itu bisa menjadi salah satu momen terburuk untuk memulai percakapan tentang sesuatu yang benar-benar penting atau yang sangat Anda pedulikan. 

Bahayanya tentu, ketika Anda hanya menjelaskan kulit dari apa yang akan Anda bicarakan pada pasangan Anda, tentu ini akan memulai kecurigaan bagi pasangan Anda, dan tentunya membuat suasana justru memanas. Jika memang Anda memiliki waktu sempit, lebih baik, tahan dahulu persoalan yang ingin Anda bicarakan. 

Artinya, jika percakapan akan menjadi perdebatan dengan cara apa pun, jangan mencoba untuk dibicarakan. Tunggu saja sampai Anda memiliki lebih banyak waktu.

Berhentilah Berbicara Jika Anda Sangat Lelah
Ketika Anda lelah, Anda menjadi lebih mudah marah, kurang masuk akal, kurang toleran, lebih defensif, dan kurang sabar. Apakah itu terdengar seperti resep untuk percakapan yang baik? Tentu tidak.

Lakukan kebaikan untuk diri sendiri, pasangan Anda, dan hubungan Anda dan hindari percakapan serius ketika salah satu atau Anda berdua benar-benar lelah. Singkatnya, tahan dahulu untuk berdiskusi tentang apapun.

Jika Anda melakukan yang terbaik untuk tetap sadar akan apa pun yang terjadi dalam hubungan Anda, Anda akan jauh lebih baik dalam mengetahui kapan penting untuk berkomunikasi dan kapan sebaiknya diam saja. *** (SS)

SHARE