Keputusan Tepat untuk Hadapi Transformasi Digital - Male Indonesia
Keputusan Tepat untuk Hadapi Transformasi Digital
Gading Perkasa | Digital Life

Tahun 2019 penuh akan optimisme terhadap prospek sosial dan ekonomi masyarakat, termasuk transformasi digital.

Photo by FOX from Pexels

Artificial intelligence (AI), mixed reality (MR) dan internet of things (IoT) yang banyak diadopsi perusahaan tidak hanya menjadi pendorong utama transformasi digital, tetapi juga menciptakan dampak positif terhadap cara masyarakat bekerja, hidup, dan terhubung.

International Data Corporation (IDC) memprediksi jumlah total anggaran belanja teknologi menyentuh angka 266 juta USD pada 2021. Mayoritas pembelanjaan ke layanan komputasi awan, peranti keras, peranti lunak, dan layanan cloud-enabling.

“Kita lihat semakin banyak perusahaan mengadopsi teknologi untuk menjawab tantangan-tantangan yang hadir di era disrupsi ini,” kata Haris Izmee, Presiden Direktur Microsoft Indonesia.

“Beberapa industri bahkan berevolusi, sehingga adopsi teknologi dan proses digital diperlukan agar tetap relevan dan kompetitif dengan perkembangan teknologi.”

Menurut Microsoft, ada lima keputusan tepat untuk menghadapi transformasi digital. Antara lain:

Modernisasi Strategi Data
Data adalah kunci proses pertumbuhan perusahaan. Pada sejumlah organisasi besar di Asia-Pasifik, tantangannya bukan ketersediaan data, melainkan tenaga yang dibutuhkan untuk mengelola data perusahaan.

Industri perbankan butuh alat yang dapat melacak dan menganalisis data acak dari berbagai saluran seperti perangkat, touchpoint terbaru pelanggan, dan arus data pihak ketiga.

Perbankan juga mempertimbangkan sumber daya tambahan demi mengatasi kenaikan persyaratan peraturan dan kepatuhan.

Mempercepat Adopsi Cloud  Secara Menyeluruh
Dari awal kemunculan cloud, banyak CEO mempertanyakan risiko keamanan data. Perusahaan kini dapat memilih mengaplikasikan strategi Hybrid Cloud yang memungkinkan pembagian data dan aplikasi.

Solusi ini memberikan perusahaan kemampuan mengukur infrastuktur on-premise mereka melalui public cloud secara mulus tanpa memberikan akses pusat data kepada pihak ketiga, serta tetap patuh terhadap regulasi yang berlaku.

Pengembangan Keterampilan Digital Tenaga Kerja
Para CEO perlu memprioritaskan pengembangan keterampilan tenaga kerja agar terjadi kesinambungan antara kemampuan pekerja dan proses transformasi.

Menumbuhkan Pola Pikir Digital
Menurut Peter Drucker, culture eats technology for breakfast. Makna dari istilah ini adalah, sebesar apapun pengaplikasian teknologi tidak akan mampu mentransformasi perusahaan ke arah digital secara menyeluruh, bila tidak dibarengi perubahan budaya.

Organisasi Digital Ditandai dengan Kepercayaan
Kepercayaan merupakan hal krusial bagi organisasi digital yang tidak hanya rentan terhadap serangan dunia maya, tetapi juga menghadapi tantangan lain seperti perubahan regulasi serta ekspektasi kepatuhan etika dalam transaksi online dan penanganan data konsumen.

“Tahun 2019 merupakan tahun transformasi digital. Pemimpin perusahaan akan mengambil langkah untuk merespon bentuk ekonomi baru, yaitu ekonomi digital. Dalam hal itu, para CEO perlu mempertimbangkan lima keputusan tersebut demi memperkuat strategi digital dan lebih kompetitif di industri,” ujar Haris. [GP]

SHARE