Pesona Pantai Terlarang di Negeri Napoleon - Male Indonesia
Pesona Pantai Terlarang di Negeri Napoleon
Gading Perkasa | Relax

Kita semua tahu bahwa pantai merupakan destinasi favorit bagi penikmat keindahan alam. Tapi apa jadinya jika ada pantai terlarang bagi wisatawan? Bahkan Anda tidak boleh berenang di pantai tersebut?

jmt-29/flickr

Percayalah, pantai terlarang itu benar-benar nyata. Anehnya, larangan disebabkan kehadiran lumba-lumba. Hewan mamalia yang memiliki sikap lembut dan menjadi sahabat manusia ini justru menghadirkan teror bagi wisatawan.

Lumba-lumba di Pantai Landevennec, Finistere, wilayah barat laut Prancis, rupanya memiliki sikap tak bersahabat. Mereka kerap bergairah dan terangsang secara seksual jika ada perenang yang mendekati mereka.

Samy Hassani selaku Direktur konservasi spesies di Oceanopolis, taman penemuan laut lokal di Finistere, menjelaskan hal tersebut. Ia juga telah menghubungkan perilaku lumba-lumba dengan fakta bahwa mamalia biasanya bepergian.

“Jika dia (lumba-lumba) menjadi kesepian (atau sedang bergairah), dia akan mencari kontak, bergesekan dengan kapal atau orang,” kata Hassani kepada Ouest France.

Alhasil, tak boleh ada pengunjung yang berenang ke Landevennec. Larangan itu diterapkan oleh walikota setempat, Roger Lars.

Perenang lokal dilarang mendekati lumba-lumba, atau paling tidak berjarak sekitar 40 meter. Bukan hanya itu, larangan juga berlaku bagi perenang profesional atau perenang paling berpengalaman.

Mungkin Anda sempat terheran akan peraturan di pantai terlarang itu, karena lumba-lumba dikenal akan sikapnya yang ramah kepada manusia. Walau demikian, hewan mamalia tersebut juga dapat berperilaku agresif saat sedang mencari jodoh.

Singkatnya, larangan dibuat demi melindungi masyarakat. Pasalnya, beberapa kali terjadi perenang yang ketakutan.

Sebelumnya, banyak pihak yang menilai bahwa larangan seperti itu tidak diperlukan. Pengacara setempat, Erwan le Cornec, mengatakan bahwa peraturan di Pantai Landevennec dianggap berlebihan. Le Cornec telah berjanji untuk berkampanye melawan peraturan tersebut.

“Berapa banyak insiden fatal yang pernah terjadi dengan lumba-lumba di Finistere sejak mereka hidup bersama manusia? Tidak ada,” katanya kepada BBC.

“Dengan keputusan ini, berarti walikota sedang mencoba untuk membuat kesan, lumba-lumba hampir seperti binatang buas, sesuatu yang benar-benar tidak dapat diprediksi, dan mampu menenggelamkan orang.”

“Walikota akan memutarbalikkan pendekatan positif yang masyarakat miliki terhadap lumba-lumba, sehingga mereka takut pada mamalia laut cerdas ini.” [GP]

SHARE