Jangan Tertipu! Hoax Tiket Gratis di Aplikasi Chat - Male Indonesia
Jangan Tertipu! Hoax Tiket Gratis di Aplikasi Chat
Gading Perkasa | Digital Life

Aplikasi chatting seperti Whatsapp kerap menjadi sarana penyebaran hoax terkait penipuan tiket gratis atau diskon tiket perjalanan dengan maskapai tertentu.

Photo by Alok Sharma from Pexels

Kaspersky Lab mengajak agar penerima pesan-pesan penipuan tiket gratis mengabaikan pesan di aplikasi chatting.

Mereka menjelaskan modus yang dipakai untuk penipuan ini. Dalam keterangan resminya, mereka mengatakan bahwa pengguna mendapatkan pesan berisi tautan pembagian tiket gratis.

“Pesan yang tertulis biasanya seperti ‘Jangan lewatkan 500 tiket masuk Disneyland gratis, atas perayaan ulang tahun Disneyland yang ke-100’,” demikian bunyi penjelasan Kaspersky Lab.

Halaman tautan tersebut dipenuhi komentar pengguna yang terkesan sangat senang atas pembagian tiket. Ada juga yang membagikan foto-foto tiket yang telah mereka menangkan.

Prosedur mendapatkan tiket ini sangat mudah. Korban hanya diminta melengkapi survei singkat, dengan lima pertanyaan sederhana. Misalnya, pertanyaaan tentang usia atau pengalaman ke tempat yang ingin dikunjungi.

Selanjutnya, korban diminta berbagi tautan penipuan ke teman-teman lainnya lewat tombol yang tersedia di situs.

Korban diminta mengklik tombol “Dapatkan Tiket”. Namun, tiket yang dinantikan tidak muncul. Tombol ini justru mengalihkan ke situs kedua, ketiga, keempat, dan seterusnya.

Ujung-ujungnya, korban berakhir di situs yang menawarkan beberapa barang atau jasa tidak jelas.

Dengan kata lain, korban akan dialihkan ke situs pemilik halaman Disneyland palsu sehingga meraka dapat dibayar untuk traffic yang didapatkan.

Kaspersky Lab menyebut, skema seperti ini menjadi sangat umum, dan halaman palsu yang baru terus muncul hampir setiap hari.

“Whatsapp atau Facebook digunakan sebagai platform mengirim pesan, dan pengguna akan mendistribusikannya dengan mengklik ‘bagikan’, berharap memperoleh tiket gratis,” kata Kaspersky Lab.

Di Indonesia, beberapa pengguna Whatsapp mungkin pernah menerima pesan iming-iming hadiah. Kaspersky Lab pun mengajak pengguna agar lebih teliti dan tidak terjerumus dalam penipuan dengan skenario seperti ini.

Perusahaan keamanan ini juga mengungkap, terlepas dari perusahaan mana yang dieksploitasi, semua situs rekayasa akan terlihat serupa, bahkan topik komentar dan wajah para komentator biasanya sama.

Menurut mereka, mengarahkan lalu lintas ke situs rekayasa bukanlah satu-satunya skema monetisasi.

“Korban bisa saja dikirim ke halaman berlangganan yang meragukan atau berakhir di situs berbahaya. Para pengguna bisa terdaftar di layanan berbayar operator seluler, sehingga para pelaku kejahatan dapat memperoleh keuntungan,” tulis Kaspersky Lab.

Kaspersky Lab membagikan cara-cara untuk menghindari modus penipuan menggunakan tautan palsu di Whatsapp dan Facebook. Antara lain:

1. Jangan pernah membuka tautan dalam pesan mencurigakan.

2. Pengguna tidak perlu membagikan kepada teman-teman atau mengunggahnya ke Facebook. Ini hanya membuat penipu mendapatkan keuntungan.

3. Jika pengguna pernah mendapatkan pesan semacam itu di Whatsapp atau melihat tautan tiket gratis di Facebook, langsung beri tahu pengirim bahwa informasi tersebut adalah penipuan. [GP]

SHARE