Realitas Suram Rumah Bordil di Kota Pompeii - Male Indonesia
Realitas Suram Rumah Bordil di Kota Pompeii
MALE ID | Story

Bagi orang Romawi, Pompeii memang surga. Di Pompeii, industri hiburan dan seks berdenyut kencang. Kisah-kisah sensual yang aduhai seronoknya diturunkan secara lisan dari generasi ke generasi. Fakta, legenda, dan mitos bercampur baur.

Photo by ElfQrin on Wikipedia

Namun, dibalik gemerlapnya hiburan sensual di Pompeii, ternyata realitas suram. Dalam laman Ancient-Origins, bahwasannya mereka yang bekerja di jalan-jalan Pompeii dan melayani klien di rumah pelacuran menjalani kehidupan yang sulit. 

Dari  mural yang ditemukan oleh para peneliti, bahwasannya rumah pelacuran yang tergambar memberikan bukti bahwa para wanita bekerja di sel dengan tempat tidur yang sempit. Mereka bekerja di balik kegelapan, karena tidak ada jendela. Parahnya aliran udara ke dalam ruangan pun terbatas.

Di sisi lain, wanita yang bekerja (PSK) di jalanan di Pompeii, sering menunggu di sekitar gapura dan lokasi standar lainnya seperti kuburan dan pemandian umum. Bahkan di kota-kota besar dan kecil Pompeei, di mana kontrol terhadap perdagangan seks lebih sulit untuk dikelola, beberapa wanita ini bekerja tanpa mucikari.

Ironisnya, mereka yang menjajakan di pinggir jalan ini sebagian besar adalah budak yang dibebaskan dan wanita miskin yang bebas.

Masyarakat dan Seks

Photo by Magnus Manske on Wikipedia

Sebelum letusan Vesuvius, Pompeii adalah kota dengan ukuran sedang, memiliki populasi sekitar 11.000. Kendati berukuran sedang, Pompeei merupakan kota yang berkembang dengan arsitektur dan infrastruktur yang canggih. 

Terletak di Campania, sekitar 23 kilometer tenggara Napoli, dan dekat pelabuhan Pozzuoli, Pompeei menikmati perdagangan dan ekonomi yang kuat, dan memiliki demografi multikultural.

Kemakmuran kota dan kehadiran pedagang yang terus-menerus membuat pasar seks tumbuh berkembang dan kuat. Di Pompeei, perdagangan seks merupakan bagian integral dari keberhasilan fungsi masyarakat, khususnya sebuah hubungan jangka panjang.

Alasannya, khususnya di antara kelas elit, hubungan jangka panjang itu diatur. Seorang pria dewasa yang memiliki pasangan atau wanita terhormat, tidak akan mencari kesenangan seksual dari pasangannya. Karena ingin menghormatinya, seorang pria akan pergi ke rumah bordir atau mencari pekerja seks. 

Ada lima jenis seks yang dijual di Pompeii, yakni hubungan seksual (biasa), cunnilingus (oral seks), fellatio (blow Job), anal seks aktif, dan anal seks pasif. *** (SS)

SHARE