Mitos & Fakta Seputar Daya Tahan Baterai Ponsel - Male Indonesia
Mitos & Fakta Seputar Daya Tahan Baterai Ponsel
Sopan Sopian | Digital Life

Sebagai salah satu komponen utama sebuah smartphone, baterai tentu menjadi sesuatu yang penting untuk dijaga dan dirawat agar performanya tetap baik dan maksimal. Dalam menjaga dan menjadikan baterai tetap maksimal ini kemudian berkembang banyak cara dan anjuran.

Photo by mnm.all on Unsplash

Sayangnya, informasi soal baterai smartphone cenderung simpang siur dan tak jarang saling bertentangan, sehingga menimbulkan mitos keliru. Ujung-ujungnya, pengguna menjadi bingung. Dikutip dari laman Metro, baru-baru ini ternyata ada fakta yang perlu Anda ketahui soal baterai smartphone.

1. Tak Masalah Mengisi Daya Baterai Semalaman
Banyak orang mengatakan bahwa membiarkan smartphone Anda tetap terisi sepanjang malam akan mengurangi kualitas baterai. Nyata itu hanyalah mitos. 

Faktanya, baterai di dalam smartphone Anda diprogram untuk mati ketika muatan mencapai 100 persen atau 4,1 volt. Setelah sampai ke tingkat itu, kemungkinan besar proses pengisian baterai ponsel sudah sepenuhnya dicabut karena tidak ada yang mengalir ke dalamnya.

Jadi kini tidak perlu khawatir jika Anda mengisi baterai smartphone sepanjang malam dengan meninggalkannya dengan tidur. Jangan khawatir tentang empat atau lima jam usai baterai smartphone terisi 100 persen.

2. Tak Perlu Menunggu Smartphone Mati untuk Mengisi Daya Baterai
Mitos kedua yang berkembang soal baterai smartphone adalah, Anda diharapkan terus mengoperasikan baterai sampai habis sebelum mengisinya. Faktanya, Anda tidak perlu menunggu sampai smartphone Anda mati sebelum mengisi kembali. 

Sebaiknya, mengisi daya perangkat Anda sedikit demi sedikit sepanjang hari. Jika baterai perangkat Anda sudah berada di antara 40 hingga 80 persen itu adalah kondisi baterai yang paling ideal menurut para pakar teknologi baterai. 

Cadax, sebuah perusahaan yang menawarkan perangkat menguji smartphone dan baterai lainnya, menjalankan situs web pendidikan gratis yang disebut Battery University.

Mereka menyarankan menjaga baterai Anda pada tingkat optimal ini. "Mirip dengan perangkat mekanis yang aus lebih cepat dengan penggunaan yang berat, kedalaman debit (DoD) menentukan jumlah siklus baterai. Semakin kecil debit, semakin lama baterai akan bertahan. Jika memungkinkan, hindari pembuangan penuh dan isi baterai lebih sering di antara penggunaan," tulis situs tersebut.

DoD berarti berapa banyak energi yang dihasilkan baterai, jika terisi penuh maka DoD adalah 0 persen. Jika pengisian mencapai 70 persen maka DoD adalah 30 persen. Namun, situs ini merekomendasikan untuk membiarkan smartphone Anda turun ke 0 persen dan kemudian diisi ulang setiap 3 bulan sekali untuk membantu kalibrasi.

3. Panas Akan Pengaruhi Baterai Smartphone
Mitos populer lainnya adalah, bahwa panas tidak akan memengaruhi baterai smartphone Anda. Faktanya, panas akan mempengaruhi baterai smartphone 

Jika Anda meninggalkan smartphone di tempat yang terang benderang, seperti di ambang jendela, maka baterai lebih cepat habis. Suhu pengoperasian smartphone menurut pedoman lingkungan pabrikannya sekitar 32 hingga 95 derajat fahrenheit. Dalam celsius itu antara 0-35 derajat.

Seperti diketahui, ada penanganan khusus untuk baterai smartphone dalam suhu dingin yang bisa menyebabkan smartphone berhenti beroperasi. *** (SS)

SHARE