Sempat Hilang, Band Asal New York Ini Siap Kembali | Male Indonesia - Men in Life Men in Style
Sempat Hilang, Band Asal New York Ini Siap Kembali
Gading Perkasa | News

Grup musik dari New York, Vampire Weekend, kembali meramaikan jagat musik. Sebab, mereka baru saja merilis dua lagu berjudul Harmony Hall dan 2021.

Julio Enriquez/flickr

Kedua lagu tersebut nantinya akan muncul di album terbaru Vampire Weekend, Father of the Bride, yang kabarnya dirilis musim semi.

Ini merupakan penantian yang cukup panjang, mengingat Vampire Weekend merilis album terakhir mereka di tahun 2013 dan memenangkan Grammy Award untuk “Best Alternative Music Album” setahun berselang.

Lagu Harmony Hall ditulis oleh vokalis Ezra Koenig dan diproduksi bersama Ariel Rechtshaid, dengan proses kreatif tambahan dari mantan rekan band Vampire Weekend, Rostam Batmanglij.

Sedangkan untuk lagu 2021 yang juga ditulis oleh Koenig, mengambil sampel dari musisi Jepang legendaris dan mantan anggota Yellow Magic Orchestra, Haruomi Hosono. Penyanyi wanita Jenny Lewis ikut berkontribusi di lagu tersebut.

Buat MALEnials yang masih asing dengan band satu ini, simak deh sejumlah fakta menarik tentang mereka. Apa saja?

Personel Penuh Talenta
Selain Ezra Koenig, Chris Tomson, dan Chris Baio, masih ada Rostam Batmanglij, eks personel yang turut membesarkan nama Vampire Weekend. Kini ia menjadi produser sekaligus multi-instrumentalis yang cukup passionate dalam bermusik.

Batmanglij tampil di band electro rock Discovery dengan vokalis utama Ra Ra Riot, Wesley Miles. Dia juga telah menghasilkan lagu untuk Charli XCX, Hamilton Leithauser dari The Walkmen, Best Coast’s Bethany Cosentino dan Kid Cudi.

Akrab dengan Musisi Lain
Video musik Vampire Weekend untuk lagu Giving Up the Gun menampilkan beberapa cameo, seperti rapper Lil Jon dan RZA, hingga Joe Jonas dan Santigold.

Musisi lain seperti Chromeo, Sky Ferreira, Despot, dan Dave Longstreth dari Dirty Projectors muncul dalam video lagu mereka yang berjudul Diane Young.

Raih Kejayaan di Dunia Maya
Awal bermain musik, Vampire Weekend menerima pujian dari sejumlah blog dan publikasi yang berpengaruh, termasuk Rolling Stone.

Berkat buzz dari internet, Vampire Weekend mendapat kesempatan melakukan tiga tur sebelum merilis album pertama.

Album Perdana Mereka Menjadi Kasus
Vampire Weekend dituntut bukan karena sampel yang tidak dikompensasi atau mencuri lirik. Mereka harus menghadap pengadilan karena permasalahan cover album. Cover itu diambil dari hasil foto Polaroid seorang wanita di tahun 1983.

Ketika album perdana mereka populer, pemiliknya menyadari foto yang jadi cover. Ia melayangkan gugatan kepada Vampire Weekend sebesar 2 juta USD. Untungnya kasus ini berakhir di luar meja hijau. [GP]

SHARE