Pensiun, Ini Fakta Menarik Seorang Liliyana Natsir - Male Indonesia
Pensiun, Ini Fakta Menarik Seorang Liliyana Natsir
Sopan Sopian | Sport & Hobby

Ya, seperti diketahui, Lilyana Natsir adalah pemain bulu tangkis ganda campuran yang berpasangan dengan Tantowi Ahmad. Lilyana sudah menjadi salah satu legenda bulu tangkis dunia sejak mengawali karier profesionalnya pada 2002.

Photo by Pyb on Wikipedia

Namun Lilyana Natsir akan meninggalkan Tantowi Ahmad sebagai pasangan ganda campuran, karena tepat di final ajang Indonesia Masters 2019, wanita yang biasa disapa Butet ini memutuskan untuk mengakhiri karir internasionalnya di lapangan badminton.

Setelah pensiun, dia mengungkapkan akan menjauhi dunia bulu tangkis untuk sementara waktu dan ingin fokus di dunia bisnis yang ia jalani. Untuk lebih mengenalnya lebih dalam, berikut ini beberapa fakta menarik dari legenda baru dalam dunia bulu tangkis Indonesia ini.

Awal Karir
Liliyana Natsir sudah menggeluti bulu tangkis sejak usia 9 tahun dengan berabung di Klub Pisok, salah satu klub bulu tangkis di Manado. Usia 12 tahun, Butet memutuskan pindah ke Jakarta untuk bergabung ke klub PB Tangkas. Tahun 2014, Butet masuk PB Djarum. 

Dibalik Nama Butet
Liliyana Natsir mengapa dipanggil butet (panggilan adik untuk orang Medan), padahal ia bukanlah dari Medan, melainkan dari Manado. Butet cerita panggilan ini didapatkannya kala masuk klub bulu tangkis. 

Ada seseorang yang tanya namanya, ketika dijawab Lilyana, si teman baru itu merasa terlalu panjang, ia lalu menyarankan agar dipanggil Butet saja, yang merupakan panggilan sayang untuk adik kalau di Medan. Butet pun setuju dan teman-teman yang lain ikutan memanggil begitu. 

Penyuka Makanan Tikus Hutan
Soal kuliner Liliyana punya selera tersendiri, ia diketahui sangat doyan sup asli daerahnya, yaitu sup "tikus hutan". Mungkin, bagi kebanyakan orang, hal ini bakalan terdengar sangat aneh, bagi mereka yang asli Manado "tikus hutan" adalah salah satu primadona makanan khas daerah tersebut.

Tiga Kali Juara All England
Liliyana sudah tiga kali menjadi juara final kejuaraan All England yang merupakan salah satu turnamen tertua ini. Pada tahun 2012 Liliyana Natsir dan Tontowi Ahmad membawa pulang gelar juara untuk Indonesia yang telah mengalami penantian panjang selama 33 tahun untuk prestasi ganda campuran All England.

Setahun kemudian di All England 2013, mereka berhasil mempertahankan gelar juara setelah mengalahkan pasangan China, Zhang Nan/Zhao Yunlei, dengan straight set 21-13 21-17. Sukses yang sama kembali mereka raih pada tahun 2014 dengan menaiki podium tertinggi ganda campuran All England usai menuntaskan perlawanan Zhang Nan/ Zhao Yunlei di final dengan skor sama, 21-13 21-17.

Pendidikan Hanya Sampai SD
Mungkin Anda pernah dengar ada beberapa atlet top dunia yang faktor pendidikan tidak terlalu baik, begitu pun dengan Liliyana Natsir. Dalam hal pendidikan, ia hanya sampai Sekolah Dasar, dirinya dulu bersekekolah di SD Eben Heazer 2 Manado.

Orang Tuanya juga mengingatkan bahwa ia bisa menyeimbangkan sekolah dan bulu tangkis tapi ia tetap milih fokus total di bulu tangkis. Dan tekad bulatnya itu pun menjadikannya sebagai salah satu pebulutangkis terbaik di dunia yang pernah ada.

Menduduki Peringkat Pertama Ranking BWF Ganda Campuran
Setelah rentetan kemenangan yang diraih Liliyana, akhirnya pada bulan Mei 2018, Liliyana dan Tontowi berhasil menduduki peringkat pertama ranking BWF untuk ganda campuran. Meski saat ini posisi mereka telah turun menjadi peringkat empat, namun setidaknya mereka pernah menjadi pemain ganda campuran terbaik dunia. *** (SS)

SHARE