Gunung Everest, Tantangan Mengerikan Para Pendaki | Male Indonesia - Men in Life Men in Style
Gunung Everest, Tantangan Mengerikan Para Pendaki
Gading Perkasa | Relax

Bagi Anda yang gemar mendaki gunung, menaklukkan Gunung Everest menjadi impian wajib untuk direalisasikan. Termasuk ke dalam salah satu dari tujuh puncak tertinggi di dunia, Everest dikenal sebagai gunung dengan medan yang sulit.

Pixabay

Sudah tak terhitung berapa banyak pendaki yang meninggal dunia ketika berusaha menuju puncak Gunung Everest. Di balik sulitnya tantangan yang harus ditempuh, Gunung Everest juga menyimpan beragam fakta unik. Apa saja?

Ditemukan oleh Sir George Everest
Gunung Everest ditemukan pada 1841 oleh George Everest, Surveyor General of India dari 1830 - 1843. Gunung itu juga disebut Chomolungma oleh orang-orang Tibet yang berarti “Mother of the Universe”.

Sebelumnya, pemerintah Nepal memberi nama gunung ini Sagarmatha. Namun, akhirnya dinamakan Everest oleh Andrew Waugh, salah satu penerus George Everest.

Pendaki Tertua dan termuda yang mencapai puncak
Rata-rata para pendaki di Gunung Everest memiliki rentang usia 30 hingga 40 tahun. Tapi nyatanya, ada beberapa pendaki berusia muda dan lanjut yang berhasil menaklukan gunung ini.

Sebagai contoh, rekor pendaki tertua yang pernah mencapai puncak Everest dipegang oleh Yuichiro Miura dari Jepang (80 tahun), pada tahun 2013. Sebelumnya, Miura juga berhasil berada di puncak Everest di usianya yang ke 70 tahun.

Sedangkan pendaki termuda berasal dari Amerika, Jordan Romero. Pada 2010, Romero yang berusia 13 tahun berhasil mencapai puncak ditemani kedua orang tuanya dan tiga Sherpa (para pemandu Everest).

Walaupun begitu, Pemerintah Nepal dan Cina telah sepakat menetapkan batasan usia pendaki, yang mengharuskan mereka berusia 16 tahun sebelum menaiki Gunung Everest.

Banyak Pendaki Meninggal Dunia
Dikutip dari Nepalsanctuarytreks, ada sekitar 200 pendaki yang tewas di Gunung Everest. Medan yang begitu sulit menjadi salah satu faktor penyebab kematian para pendaki di sana.

Sebagian mayat pendaki masih berada di sekitar gunung. Tahun paling mematikan bagi pendaki adalah 1996, ketika sekitar 15 pendaki meninggal dunia.

Dipenuhi oleh Sampah
Banyak pendaki Gunung Everest diketahui tidak membuang sampah pada tempatnya. Sampah-sampah seperti tenda, peralatan pendakian, dan tabung gas kosong ditemukan di beberapa titik di lereng gunung.

Mencairnya gletser juga semakin memperlihatkan sampah yang telah terakumulasi di puncak gunung selama bertahun-tahun. Menurut Sagarmatha Pollution Control Committee (SPCC), pada 2017 lalu, sekitar 25 ton sampah dan 15 ton limbah manusia dibawa dari Gunung Everest. [GP]

SHARE