Marco Bezzecchi, Sosok Penerus Valentino Rossi - Male Indonesia
Marco Bezzecchi, Sosok Penerus Valentino Rossi
Gading Perkasa | Sport & Hobby

Usai menduduki peringkat ketiga di Moto3 tahun 2018, Marco Bezzecchi menghadapi tantangan baru, yakni turun di Moto3 bersama Red Bull KTM Tech 3. Rider asal Italia ini mengaku tak mengira bakal menjalani masa-masa menyenangkan sekaligus menegangkan selama dua tahun berpartisipasi di arena Grand Prix.

Red Bull KTM Tech3/flickr

Marco Bezzecchi, anak didik Valentino Rossi di VR46 Riders Academy, menjalani debut Moto3 semusim penuh pada 2017. Membela CIP di atas motor Mahindra, ia hanya duduk di peringkat ke-23. Tahun 2018, ia pindah ke Redox Prustel GP untuk mengendarai KTM, dan prestasinya langsung melonjak tajam.

“Sungguh impresif jika melihat diri saya pada 2017. Tak ada orang yang mau bertaruh sepeser euro pun untuk saya! Saya bisa katakan, kami telah bekerja dengan sangat baik. Saya senang bisa membayar dukungan yang diberikan orang-orang terdekat saya, terutama ayah,” ujar Mario Bezzecchi kepada Motosprint.

Tetap Rendah Hati
Dinilai sukses mengharumkan nama Italia, rider muda ini mendapat banyak pujian dari berbagai pihak. Bahkan ia sering dijuluki “The Next Valentino Rossi”. Meski begitu, Bezzecchi mengaku tak ingin terlena dan berusaha rendah hati.

“Anda bisa terlena dengan mudah jika mendapat banyak perhatian seperti tahun lalu. Kini semua orang mewawancarai saya, bahkan walikota Rimini mengadakan pesta untuk saya. Tapi jika Anda menjalani dua balapan buruk, langsung banjir kritik tajam. Saya memang pebalap profesional, tapi semua dimulai dari nol,” tutur dia.

Persiapan Untuk Naik Kelas
Sikap rendah hati juga dibawa Bezzecchi ke Moto2. Ia yakin, sikap ini bakal memengaruhi mentalitasnya dalam menjalani musim debut di kelas intermediate. Kini ia memilih fokus pada tahap adaptasi.

“Usai semusim penuh berada di depan, aneh melihat nama saya di posisi bawah daftar catatan waktu. Triumph mesin yang hebat, terutama soal akselerasi. Ban mereka berbeda dengan Moto3, terutama usianya, jadi Anda punya banyak waktu mencari catatan baik. Motor ini lebih besar dan sensitif pada pergerakan tubuh,” katanya.

Rider yang akrab disapa Bez ini yakin, tahun 2019 adalah waktu yang tepat untuk naik kelas.
“Saya rasa ini waktu yang tepat naik ke Moto2, meski saya punya kesempatan bertahan di Moto3. Mesin Triumph dan elektronik baru membuat semua orang memulai nyaris dari nol, dan ketertinggalan para debutan jelas bakal lebih kecil,” ucap Bezzecchi. [GP]

SHARE