Riset: Pria Rela Berbagi Lokasi di Aplikasi Kencan - Male Indonesia
Riset: Pria Rela Berbagi Lokasi di Aplikasi Kencan
MALE ID | Digital Life

Di era digital, aplikasi kencan kian tumbuh. Kemunculannya tentu membuat orang tak lagi ada batas untuk berkenalan dengan siapapun. Setiap orang bisa memilih siapa yang menurutnya menarik. Kemudian langsung disapa dan berinteraksi. 

Photo by Sebastian Hietsch on Unsplash

Akan tetapi, ada perbedaan antara pria dan wanita untuk urusan menyematkan alamat dalam kolom biodata dalam aplikasi kencan ini. Pasalnya pria lebih rela mencantumkan lokasi atau lamat mereka ketimbang wanita.

Menurut survei dari The Manifest, meida berita bisnis dan situs web how-to, pria (35 %) dua kali lebih banyak berbagi lokasi atau alamat mereka di dalam aplikasi kencan daripada wanita (16%). 

Pria biasanya kurang berhati-hati dalam berbagi data di aplikasi kencan. Risiko serangan yang lebih tinggi yang dihadapi wanita bisa menjadi kontributor temuan ini.

Aplikasi kencan seperti Tinder meluncurkan fitur berbagi lokasi, sehingga orang dapat terhubung berdasarkan lokasi mereka yang sebenarnya. Aplikasi ini bertujuan untuk menciptakan metode baru dalam bersosialisasi, tetapi tidak semua orang merasa nyaman dengan mengungkapkan begitu banyak informasi pribadi.

Satu dari lima pria (20%) bersedia berbagi lokasi mereka dengan semua kontak di telepon mereka, sementara hanya 9% wanita yang merasa nyaman melakukan hal yang sama. Pria kurang berhati-hati dalam memberikan data lokasi mereka ke aplikasi, sementara wanita cenderung lebih ragu tentang risiko yang terlibat.

Lebih dari empat dari lima orang (81%) yang disurvei percaya bahwa mereka dapat mematikan pelacakan lokasi pada ponsel mereka, tetapi proses untuk melakukannya dapat menjadi rumit. Baik Google maupun Apple tidak memiliki metode yang jelas untuk mematikan fitur ini.

"Orang mungkin tidak mengetahui aplikasi mana yang berjalan di latar belakang, mengikuti lokasi mereka dan merekam data tentang aktivitas mereka. Lima belas persen dari mereka yang disurvei merasa tidak nyaman dengan aplikasi yang melacak kemana mereka pergi," ungkap peneliti.

Lebih lanjut, banyak orang khawatir tentang konsekuensinya jika data ini diretas. Di antara orang yang merasa tidak nyaman menggunakan aplikasi pelacakan lokasi, sebagian besar (52%) mengatakan itu karena mereka merasa tidak aman.

Namun, sebagian besar orang merasa nyaman dengan aplikasi pelacakan lokasi. Lebih dari setengah pengguna aplikasi (57%) merasa aman dengan aplikasi yang melacak lokasi mereka. *** (SS)

SHARE