Yusheng, Kuliner Segar Wajib di Hari Imlek | Male Indonesia - Men in Life Men in Style
Yusheng, Kuliner Segar Wajib di Hari Imlek
Gading Perkasa | Relax

Masing-masing hari besar biasanya punya makanan khas untuk disantap bertepatan dengan perayaannya, termasuk ketika menyambut datangnya hari Imlek.

Photo by Gading Perkasa/Male.co.id

Bicara soal kuliner khas hari Imlek, Anda tentu cukup familier dengan lontong cap gomeh yang sering disantap 14 hari setelahnya. Namun, rupanya ada satu lagi makanan ikonik wajib, yakni yusheng.

Bukan Berasal dari Cina
Yusheng merupakan makanan pembuka yang selalu hadir saat merayakan hari Imlek. Meski lekat dengan etnis Tionghoa, makanan satu ini justru populernya di luar Negeri Tirai Bambu. Tradisi menyantap yusheng justru tumbuh dan berkembang di Malaysia, Singapura, serta Indonesia.

Awalnya, tradisi ini dibawa nelayan pendatang dari Guangzhou yang menetap di Malaysia. Ia merayakan hari Renri atau hari ke tujuh Imlek, berpesta hasil tangkapan ikan. Kemudian, menu tersebut berkembang menjadi yusheng yang kini berupa salad sayuran dan ikan.

Tiap Komponen Makanan punya Arti
Masakan khas masyarakat Tiochiu itu disebut juga salad lima warna, karena terdiri dari salad ikan segar serta irisan sayur berwarna-warni ditambah wortel, lobak, kubis, jeruk, kulit wonton, dan sebagainya.

Sejak tahun 1964, yusheng disajikan secara modern disertai varian sayur dan ikan yang lebih beragam. Daging ikan yang dipakai biasanya irisan ikan tuna atau salmon.

Masing-masing komponen tidak cuma indah saat disatukan, tapi mengandung makna dan doa di baliknya. Wortel melambangkan keberuntungan, ikan mentah adalah kelimpahan, dan kulit wonton goreng berarti emas.

Simbol Kemakmuran dan Membawa Keberuntungan
Dalam aksara Tionghoa, ikan dan kelebihan sama-sama dibaca sebagai yu. Aksara dan homofon berbunyi yusheng punya arti kelimpahan yang meningkat. Karena itu, makanan ini dipercaya sebagai simbol kemakmuran bagi mereka yang memakannya.

Ritual Khas yang Harus Dilakukan Sebelum Menyantap Yusheng
Ada ritual khusus saat memakan yusheng, yakni setiap orang berkumpul mengelilingi piring. Seluruh bahan-bahan tambahan serta saus harus terpisah, kemudian bahan dituang jadi satu dalam wadah. Semua orang mengaduknya bersama-sama sambil meneriakkan harapan serta doa baik di tahun baru Imlek.

Mereka biasanya mengaduk yusheng dengan mengangkatnya tinggi-tinggi. Mereka percaya, semakin tinggi yusheng diangkat, makin tinggi pula kemakmuran dan kelimapahan yang datang setahun berikutnya.

Dilestarikan dan Dikemas lebih modern
Di Indonesia, hidangan satu ini cukup populer dihadirkan jelang Imlek, mulai dari rumah makan hingga restoran hotel bintang lima. [GP]

SHARE