4 Tokoh yang Di Penjara Namun Dicintai Rakyatnya | Male Indonesia - Men in Life Men in Style
4 Tokoh yang Di Penjara Namun Dicintai Rakyatnya
Sopan Sopian | Story

Pada sejarahnya, banyak tokoh dunia yang pernah merasakan bagaimana dinginnya tembok penjara, karena berbagai hal. Namun, hal itu ternyata bukan membuat namanya buruk di mata masyarakatnya. Justru masih berpengaruh dan dicintai.

Para pemimpin itu sebut saja Sukarno, Nelson Mandela, dan masih banyak lagi. Mereka membuktikan bahwa penjara bukanlah akhir dari segalanya. Lalu selain dua nama tersebut siapa saja tokoh dunia yang sempat mendekam di hotel prodeo?

Soekarno

Photo by 1Veertje on Wikipedia

Sukarno adalah Sang Proklamator, salah satu Bapak Bangsa Indonesia. Sejarah mencatat, Sukarno pernah dijebloskan ke dalam penjara. Bung Karno dipenjara oleh pemerintah kolonial Belanda pada 29 Desember 1929.

Ia dijebloskan ke bui yang dibangun Belanda di Jalan Banceuy, Bandung. Tak sendirian, saat itu dirinya menjalani hukuman bersama tiga rekan dari PNI, Maskoen, Soepriadinata, dan Gatot Mangkoepraja.

Mereka semua ditahan kurang lebih selama delapan bulan. Setelah dibebaskan, Soekarno melanjutkan perjuangan kemerdekaannya dan mendeklarasikan kemerdekaan pada 17 Agustus 1945.

Mahatma Gandhi

Photo by Yann on Wikipedia

Mahatma Gandhi memiliki nama lengkap Mohandas Karamchand Gandhi, Seorang Bapak Bangsa India yang sekaligus menjadi icon dan simbol terpenting abad 20 dalam gerakan anti-kekerasan di seluruh dunia. 

Gandhi dihukum enam tahun di penjara. Dibalik penjara, pengaruh Gandhi tidak bisa hilang di hati masyarakat India. Pada suatu kesempatan Gandhi pernah mengatakan bahwa “untuk berjalan menuju kemerdekaan politik dan spiritual, setiap orang di India harus siap untuk dipenjara”.

Pada 5 Februari 1924, Gandhi dilepaskan dari penjara karena alasan kesehatan. Pada tahun-tahun berikutnya, Gandhi mempersiapkan kampanye internal bagi rakyat India untuk menyambut kemerdekaan. Selama hidupnya Gandhi melakukan sumpah puasa untuk menghentikan bentrokan sipil sebanyak 17 kali, dan dipenjara sebanyak 12 kali.

Nelson Mandela

Photo by Groupir on Wikipedia

"Tak ada kekuatan apapun di dunia yang bisa menghentikan orang tertindas bertekad untuk mendapatkan kebebasan," kata Nelson Mandela pada 1961. Pernyataan itu disampaikan Mandela setahun sebelum dirinya dinyatakan bersalah terlibat dalam perlawanan bersenjata menuntut hak warga kulit hitam di Afrika Selatan.

Mandela kemudian dipenjara di Pulau Robben selama 27 tahun yang justru semakin mengukuhkannya sebagai sosok pejuang anti-apartheid. Mandela akhirnya dibebaskan pada 1990 dan empat tahun kemudian, sebagai bukti ia berpengaruh dan masih dicintai, dalam usia 75 tahun menjadi presiden kulit hitam pertama di Afrika Selatan, setelah memenangkan pemilihan umum.

Fidel Castro

Photo by Materialscientist on Wikipedia

Mantan Presiden Kuba ini, pada 1947 memulai perjalanan politiknya. Ketidakadilan sosial yang ia saksikan membuatnya pergi ke Republik Dominika. Di sana, ia bergabung dalam suatu gerakan untuk menggulingkan diktator Rafael Trujillo. Upaya tersebut gagal. Tapi semangat reformasi Castro malah semakin membara.

Dari Republik Dominika, Castro langsung menuju Bogota untuk ikut serta dalam kericuhan antipemerintah. Sekembalinya ke Kuba, Castro memutuskan bergabung dengan Partido Ortodoxo pimpinan calon presiden, Eduardo Chibas. Partai ini kalah dalam pemilu 1948.

Kekalahan memicu Castro untuk membongkar kejahatan dan korupsi yang dilakukan pemimpin Kuba saat itu, Jenderal Fulgencio Batista. Pada 1949, setelah menikah, Castro mulai tertarik dengan ajaran Karl Marx. Ia menyatakan siap turut serta dalam pemilihan anggota Kongres

Melihat Batista semakin bertindak semena-mena, bersama anggota Partido Ortodoxo, ia membentuk 'The Movement' yang tujuannya melawan kekuasaan Jenderal Batista. Pada 26 Juli 1953, Castro bersama 159 pendukungnya menyerang barak militer di luar wilayah Santiago de Cuba. Namun, serangan tersebut gagal.

Ia bersama beberapa koleganya, ditangkap. Hukuman penjara selama 15 tahun dijatuhkan kepada Castro. Namun, roda sejarah berpihak pada Castro. Meski pernah jadi terpidana, nyatanya pada 1976 ia menjadi Presiden ke-17 Kuba. *** (SS)

SHARE