Pura-Pura Bahagia Lebih Buruk Ketimbang Jomblo | Male Indonesia - Men in Life Men in Style
Pura-Pura Bahagia Lebih Buruk Ketimbang Jomblo
Sopan Sopian | Relationships

Jika Anda sudah tidak lagi mendapatkan perasaan yang lebih atau merasakan kebahagiaan dalam sebuah hubungan, lebih baik tinggalkan. Sebab kepura-puraan lebih buruk terhadap diri Anda daripada mereka yang melajang alias jomblo.

jomblo - Male-Indonesiapexels.com

Memang terdengar sederhana, ketika sudah tidak lagi menyukai dan bahagia lalu disudahi. Meski kenyataan tidak semudah itu. Akan tetapi, jika Anda kesulitan untuk menginggalkan suatu hubunga, kemungkinan Anda tidak pandai mengatakan tidak kepada orang lain.

Ketika Anda berpura-pura menahan perasaan Anda yang sebenarnya hanya untuk sekadar membahagiakan orang lain, justu itu tanpa sadar bisa menyakitkan semua orang dalam jangka panjang. Bukan hanya pada diri Anda sendiri.

Kerugian pada diri sendiri yang disebabkan oleh kepura-puraan bisa menyebabkan diri Anda tidak stabil dalam mengatur emosi. Lebih parah lagi, Anda sebenarnya sedang melakukan hal yang sia-sia. Karena tentu tahu, apa yang Anda sedang perjuangkan bukan untuk dimiliki, tetapi untuk dilepaskan.

Selain itu, secara kesehatan emosial dan mental, perasaan bahagia yang dipaksakan lebih beresiko membuat orang stres dan depresi serta tidak puas dalam hidup. Perasaan ketidaknyamanan yang ditutupi justru akan membuat Anda semakin intens untuk memikirkan hal itu.

Seperti yang dikutip New York Times, sebuah hasil penelitian yang terbitkan oleh Academy of Journal menyebutkan bahwa berpura-pura saat suasana hati sedang tidak baik, atau berusaha menekan pikiran negatif, ternyata bisa jadi membuat pikiran-pikiran negatif tersebut menjadi lebih kuat, alhasil bukannya kebahagiaan sesungguhnya yang Anda rasakan, namun justru sebaliknya.

Lalu bagaimana Anda bsia terlepas dari belenggu kepura-puraan ini. Dalamlaman Lifehack, ketika Anda benar-benar keluar dari kepura-puraan dan ingin menyudahi hubungan Anda yang sudah tak lagi cocok atau memang Anda hilang perasaan terhadapnya, Anda perlu melakukan pemecahan.

Prediksikan Respons Pasangan Anda
Memiliki gagasan atau memprediksikan tentang apa yang dikatakan pasangan Anda ketika Anda mengatakan 'berakhir', adalah hal yang perlu dipikirkan, karena nantinya Anda tidak akan mengatakan sesuatu yang Anda sesali saat ini.

Jangan Pernah Membalas Secara Instan
Ketika Anda sulit untuk mengatakan perpisahan dengan dia, hal kedua yang bisa Anda praktikan adalah, berikan jeda saat si dia mengirimkan pesan singkat. Jangan terlalu cepat membalasnya. Biarkan ia menyadari bahwa Anda sudah tidak lagi ada untuknya. *** (SS)

SHARE