Ini Dia Debat Calon Presiden Pertama di Dunia | Male Indonesia - Men in Life Men in Style
Ini Dia Debat Calon Presiden Pertama di Dunia
Gading Perkasa | Story

Pada 26 September 1960 silam, terjadi perubahan peta politik modern, ketika wakil presiden dan senator Amerika Serikat (AS), Richard M Nixon dan John F Kennedy, turut serta dalam debat calon presiden pertama yang disiarkan secara nasional di televisi.

Karlis Dambrans/flickr

Debat calon presiden itu menggeser bagaimana kampanye presiden dilakukan, dimana kekuatan televisi membawa semangat partisipasi pemilu lebih dekat ke ruang tamu warga AS.

Dikutip dari Constitutioncenter, debat capres antara Nixon dan Kennedy disaksikan oleh 70 juta orang Amerika, dan berhasil menjadikan agenda politik layanan tontonan favorit.

Melalui debat itu pula, muncul lebih banyak pemilih potensial, yang lebih dulu mendapat kesempatan melihat calon presiden, menilai seberapa cocok mereka sebagai pemimpin negara.

Biasanya debat capres Amerika lebih sering dilakukan secara tertutup, dan jika tampil di televisi, lebih kepada pembahasan profil per kandidat. Agenda di tahun 1960 mengubah praktik pemilu hingga sekarang.

Kala itu, Nixon adalah kandidat favorit untuk memenangkan pemilu. Sebelumnya, ia telah menjabat sebagai wakil bagi Presiden Dwight Eisenhower selama delapan tahun.

Nixon mulai menjadi politikus idola ketika membacakan pidato berjudul “Checkers” di televisi pada 1952, dimana ia berupaya menyanggah tuduhan skandal Watergate, dan mengamankan slot wakil presidennya dengan berbicara tentang anjing peliharaannya.

Sedangkan Kennedy merupakan senator muda yang dikenal enerjik. Ia memiliki pengalaman berdebat di tingkat nasional, melawan wakil presiden sebelum Nixon, Hubert Humphrey, yang dinilai mampu membawa diri dengan cerdas.

Disiarkan di Chicago

Debat capres antara Nixon dan Kennedy berlangsung di Chicago, disiarkan selama satu jam oleh stasiun televisi CBS. Program tersebut diproduseri Don Hewitt, yang kemudian dikenal sebagai penggagas acara bincang politik paling terkenal di Amerika.

Hewitt mengundang kedua kandidat ke pertemuan pra-produksi, tetapi hanya Kennedy yang menerima tawaran itu. Saat Nixon menghadiri debat, dia dilaporkan terlihat agak sakit, menyusul kabar dirinya sempat dibawa ke rumah sakit karena cedera lutut.

Namun ia menolak untuk membatalkan debat. Bahkan ia juga dikabarkan enggan mengenakan tata rias panggung, sehingga wajah pucatnya jelas terlihat di sepanjang acara debat.

Akibat kondisi itu, performa Kennedy terlihat lebih bagus di televisi. Nixon sendiri tampak kelelahan dan jarang menjabarkan jawaban yang panjang.

Akhir debat

Esok harinya, jajak pendapat menunjukkan Kennedy menjadi favorit kecil dalam pemilihan umum, mengalahkan Nixon dengan salah satu margin tersempit dalam sejarah AS. Sebelum debat, Nixon unggul enam poin persentase.

Ada tiga debat lain antara Nixon dan Kennedy, dimana debat final berakhir seri. Agenda tersebut juga menjaring lebih sedikit penonton televisi dibandingkan debat pertama pada 26 September 1960.

Tapi, karena hasil debat cenderung memenangkan penantang, membuat presiden berkuasa menolak agenda terkait di tiga kampanye setelahnya.

Baru pada 1976, Presiden Gerald Ford kembali menghadirkan debat capres di televisi, sejak itu ia menjadikannya sebagai tradisi dalam tiap pemilu presiden di Amerika Serikat.

Ford adalah presiden pertama yang ikut serta dalam debat yang disiarkan televisi. Pada debat keduanya dengan Jimmy Carter di San Francisco, dia mengatakan, “Tidak ada dominasi Soviet di Eropa Timur.”

Pernyataan Ford menuai kontroversi, sehingga kemudian menjadi faktor kunci dalam kemenangan Carter atas Ford. [GP]

SHARE