Berwisata ke Machu Picchu, Ingat Aturan baru Ini! - Male Indonesia
Berwisata ke Machu Picchu, Ingat Aturan baru Ini!
MALE ID | Relax

Sejak ditemukan di Peru pada tahun 1911, Machu Picchu menjelma menjadi destinasi wisata yang sangat populer. Dalam beberapa tahun terakhir, setiap harinya sekitar dua ribu wisatawan mengunjungi tempat tersebut.

Pixabay

Melihat kondisinya yang kian ramai, kini pengelola Machu Picchu menerapkan kebijakan aturan masuk baru, dengan waktu kunjung lebih ketat.

Seperti dilansir dari Evening Standard, di tahun 2017, The UNESCO World Heritage mengenalkan aturan masuk menggunakan sistem tenggat waktu. Di Machu Picchu, tenggat waktu masuk yang diizinkan bagi pengunjung maksimal satu jam. Aturan baru itu resmi diberlakukan sejak 1 Januari 2019.

Ini artinya, jika Anda memesan tiket untuk masuk ke kawasan Machu Picchu pukul 11.00, maka Anda harus masuk sebelum lewat dari pukul 12.00. Apabila Anda terlambat lebih dari satu jam, tiket masuk tidak akan berlaku lagi. Di sana, jam masuk dimulai sejak pukul 06.00 sampai pukul 15.00.

Bukan hanya toleransi keterlambatan yang diatur oleh pengelola Machu Picchu. Setiap pengunjung juga tidak boleh berada di dalam lebih dari empat jam. Pengunjung yang sudah keluar dilarang masuk lagi. Sekitar pukul 17.30 waktu setempat, seluruh pengunjung yang masih ada di dalam objek wisata Machu Picchu wajib keluar.

Urusan jual beli tiket pun diatur sedemikian ketatnya. Tiket masuk hanya bisa dibeli melalui situs resmi operator Machu Picchu atau di kantor yang terletak di Cusco, Peru.

Mengingat banyaknya masyarakat dari berbagai belahan dunia yang ingin menikmati keindahan tempat itu, pemesanan tiket sebaiknya Anda lakukan empat bulan sebelum berkunjung.

Di tahun 2018, General Manager for South America di G Adventures, Sarah Miginiac mengungkapkan keprihatinannya tentang Machu Picchu. Saat berbicara di acara World Tourism Day, ia mengatakan lambat laun jumlah pengunjungnya makin membeludak.

Miginiac menekankan, isu utama di situs peninggalan suku Inca tersebut adalah terlalu banyak orang yang ingin memperoleh akses.

“Tidak ada infrastruktur di sekitarnya. Pemerintah perlu memastikan solusi akses ke Machu Picchu adalah akses yang mempertimbangkan pertumbuhan di masa depan dan bukan hanya soal jumlah pengunjung saat ini,” kata dia, melansir CNN. [GP]

SHARE