Akibat Buruk Jadi Orang baik di Tempat Kerja - Male Indonesia
Akibat Buruk Jadi Orang baik di Tempat Kerja
Gading Perkasa | Works

Bagaimana sikap Anda di tempat kerja sehari-hari? Jika sangat kooperatif dan cenderung baik, ketahuilah efeknya tak selalu positif. Di situasi kantor yang kompetitif, Anda dapat memicu kebencian dan hukuman sosial.

Pexels

Temuan baru ini mungkin dianggap tidak logis. Faktanya, para peneliti dari University of Guelph, Kanada telah menyimpulkan, orang kerap membenci mereka yang berbuat baik di tempat kerja.

“Sering kita menyukai orang-orang baik yang kooperatif. Kita senang orang-orang jahat mendapat balasannya, dan mereka yang tidak kooperatif dihukum,” kata profesor psikologi Pat Barclay.

“Namun terkadang mereka kena batunya. Orang-orang membenci mereka yang sebenarnya baik. Pola ini ditemukan di setiap budaya yang diamati,” katanya lagi.

Masalahnya, sebagian orang senang menjatuhkan orang baik. Terutama jika mereka pikir orang itu membuat mereka terlihat buruk di tempat kerja atau ruang rapat.

Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Psychological Science ini menemukan, perilaku kooperatif paling sering membuahkan hukuman dalam kelompok yang anggotanya bersaing satu sama lain.

Ini juga terjadi ketika tindakan ‘menghukum’ orang baik mengurangi keuntungan bagi seluruh kelompok, termasuk mereka yang menjatuhkan hukuman. Namun tanpa kompetisi, kerja sama meningkat.

“Hal yang kami cari dalam penelitian ini adalah apa peran mekanisme psikologis di dalamnya,” tutur Barclay.

Barclay penasaran, mengapa orang dibuat sedemikian rupa sehingga mereka bereaksi dan ingin menjatuhkan orang yang kelihatan terlalu baik?

Bukti antropologis dari masyarakat pemburu-pengumpul egaliter menunjukkan fenomena sosial serupa mencegah pemburu andal dari mendominasi kelompok.

“Pada sebagian kelompok masyarakat, mereka mempertahankan status setara dengan menjatuhkan seseorang yang berpotensi berkuasa atas hal melebihi orang lain,” ucap dia.

“Di organisasi, orang-orang dikenal mengawasi seberapa keras orang lain bekerja. Itu untuk memastikan tidak ada yang meningkatkan standar dari harapan,” ucapnya lagi.

Dinamika sosial sama dapat memengaruhi tindakan melindungi lingkungan, yang membutuhkan tindakan, baik secara individu dan kooperatif untuk kebaikan semua.

Orang-orang yang tidak berkontribusi bagi perusahaan sebenarnya malah berisiko merusak reputasi mereka sendiri. Sebab, bisa saja mereka memilih menyerang niat baik orang-orang yang punya semangat tumbuh dan berkembang demi perbaikan.

“Ini adalah cara menjatuhkan dan menghentikan orang-orang tersebut agar tidak terlihat lebih baik dari mereka dalam upaya melindungi lingkungan atau mengatasi ketidaksetaraan sosial,” kata Barclay.

Perlu diingat, bahwa temuan riset Barclay tak berlaku sebaliknya. Jadi, jika sebagian rekan kerja di kantor tak menyukai Anda, bukan menjamin Anda adalah orang baik. [GP]

SHARE