Pria Wajib Tahu, Perbedaan Sperma dan Air Mani - Male Indonesia
Pria Wajib Tahu, Perbedaan Sperma dan Air Mani
MALE ID | Sex & Health

Masih banyak orang yang keliru dalam memahami perbedaan dari air mani dengan sperma. Karena pada umumnya, banyak orang lebih mengenal sperma ketimbang air mani. Padahal, air mani dan sperma adalah dua hal berbeda.

Photo by Bailey Heedick on Unsplash

Air mani adalah cairan berwarna putih keruh yang diproduksi pria saat ejakulasi. Sehingga, tidak tepat jika menyebut cairan tersebut hanya sebagai sperma saja. Di dalam air mani, terkandung sel sperma (spermatozoa), fruktosa, dan berbagai enzim yang bertugas untuk membantu sperma melakukan pembuahan.

Sementara itu, sperma adalah sel reproduksi pria yang mengandung setengah kromosom yang dibutuhkan untuk melakukan pembuahan dan membentuk zigot. Jadi, sperma sendiri terkandung dalam air mani pria. Air mani inilah yang berfungsi sebagai ‘kendaraan’ sperma menuju saluran reproduksi wanita. Pada saat ejakulasi, pada umumnya seorang pria bisa melepaskan 2-6 ml atau sekitar 0,5-1 sendok teh air mani.

"Kalau yang keluar (setelah pria ejakulasi) secara nyata dan dilihat mata telanjang itu namanya air mani. Kalau sperma memang ada di dalam air mani, tapi ada atau tidaknya sperma itu dilihat di bawah mikroskop," kata  dokter Obstetri dan Ginekologi Beeleonie dalam diskusi  'Penanganan Gangguan Kesuburan di Indonesia, Bayi Tabung Pintar dan Terjangkau sebagai Pilihan'.

Lebih lanjut, warna air mani adalah putih, kuning atau agak keabu-abuan, dan kental. Cairan ini dilepaskan saat pria mengalami ejakulasi. Setelah beberapa waktu ejakulasi, air mani berubah menjadi cairan layaknya jeli yang lengket.

Sebagaimana dilansir Andrology Center, sperma adalah sel reproduksi yang tidak terlihat dengan mata telanjang. Sperma ditransfer ke sistem reproduksi wanita selama hubungan seksual.

Lalu pertanyaannya, adakah manfaat mengeluarkan air mani setiap hari? Manfaat mengeluarkan air mani adalah meningkatkan kadar hormon kortisol dalam tubuh. Meningkatnya kadar kortisol ini dapat membantu Anda menekan stres. 

Stres sendiri dapat dipengaruhi oleh stres fisik dan emosional. Selain itu, manfaat mengeluarkan sperma ini adalah menjaga sistem kekebalan tubuh menjadi lebih baik meskipun dalam dosis yang kecil.

Manfaat mengeluarkan air mani selanjutnya adalah harapan bagi banyak orang karena bisa membuat seseorang lebih bahagia. Manfaat mengeluarkan sperma yang terjadi pada tubuh ini mampu meningkatkan zat kimia seperti dopamin dan oksitosin di dalam tubuh. Hormon dopamin pada otak berfungsi sebagai zat kimia pembawa pesan antara sel saraf. 

Hormon ini dapat meningkat ketika terjadi aktivitas tertentu yang berkaitan dengan hal bahagia. Sedangkan hormon oksitosin bermanfaat dalam berbagai tingkah laku manusia, seperti orgasme, kedekatan sosial, dan sikap keibuan. Untuk alasan inilah hormon oksitosin terkadang dianggap sebagai hormon cinta. *** (SS)

SHARE