Ikut Lomba Lari, Tips Dari Dokter Agar Tak Cedera - Male Indonesia
Ikut Lomba Lari, Tips Dari Dokter Agar Tak Cedera
MALE ID | Sport & Hobby

Lomba lari kini kian populer dikalangan masyarakat, baik untuk pemula maupun bagi mereka yang telah profesional. Namun, bagi Anda yang ingin mengikuti lomba lari untuk pertama kalinya, Anda perlu memperhatikan beberapa hal.

Photo by M?rti?š Zemlickis on Unsplash

dr. Grace Joselini, dokter Timnas Sepakbola Wanita Indonesia ASIAN GAMES 2018, memberikan beberapa tips bagi Anda yang baru pertama kali mengikuti lomba lari. Salah satunya, kata dr. Grace, Anda perlu menyadari kemampuan diri.

Jika memang belum pernah mengikuti lomba sebelumnya maka disarankan agar peserta memilih lomba dengan jarak terpendek lebih dulu. "Misal nggak pernah lari tapi mau ikut ultra marathon itu sama saja bunuh diri," kata dr. Grace dalam acara Sun Life Resolution Run 2019, di FX Sudirman, Jakarta. 

Jadi, terang dr Grace, jangan asal lari karena sebenarnya olahraga itu sama seperti halnya obat, harus sesuai dosis. "Jika kurang tidak bermanfaat, berlebihan juga tidak bagus," tambahnya.

Kemudian, Anda juga perlu mempersiapkan mental dan fisik. Bahkan, tidak hanya itu, peserta lomba, kata dr Grace, juga harus menggunakan outfit yang tepat. Untuk sepatu misalnya pilihlah yang khusus untuk lari. Selain itu usahakan telah menggunakannya sebulan sebelumnya untuk menyesuaikan dengan pola lari Anda.

Sementara untuk pakaian lari, dr Grace juga menyarankan Anda untuk menggunakan pakaian olahraga dengan teknologi dry fit atau cool max sehingga dapat menyesuaikan dengan suhu tubuh dan cuaca agar Anda tidak kepanasan.

"Ada yang pakai jaket full saat lari atau jaket kedap udara, itu justru bahaya. Indonesia kan cuacanya panas jadi pakai pakaian seperti itu justru memicu dehidrasi berat. Banyak yang bilang berat badan turun kok dok, itu sebenarnya air yang banyak keluar dan bahaya untuk kesehatan," jelas dokter berparas cantik itu.

dr Grace juga mengingatkan pelari akan risiko cedera muskuloskeletal karena terjatuh atau keseleo. Nah jika terjadi hal seperti ini jangan memijatnya karena justru akan memperparah robekan ligamen. "Lebih baik kompres dengan es batu," kata dia.

Risiko lainnya adalah kram otot. Kondisi ini bisa dicegah dengan pemanasan yang cukup sebelum kompetisi. "Anda juga harus mencukupi kebutuhan cairan agar tidak dehidrasi dan kram otot," terangnya. *** (SS)

SHARE