Kisah Pembuat Film Pertama yang Hilang Tanpa Jejak - Male Indonesia
Kisah Pembuat Film Pertama yang Hilang Tanpa Jejak
Sopan Sopian | Story

Banyak yang berspekulasi tentang nasib Louis Le Prince, seorang penemu dari Prancis yang hilang pada tahun 1890, tetapi tak terbantahkan adalah fakta bahwa dialah, bukan Edison, yang menciptakan gambar bergerak pertama atau pembuat film pertama.

Photo by Jeremy Yap on Unsplash

Salah satu misteri besar sejarah perfilman tidak terjadi di layar lebar, tetapi agak, secara sensasional, muncul di luar kamera di awal kisah gambar bergerak.

Kisah Louis Le Prince, pria yang dianggap sebagai bapak sinematografi, berakhir dengan keadaan yang agak aneh yang belum terselesaikan, tetapi bagi pecinta film di mana-mana, itu adalah prestasinya dalam beberapa tahun terakhir dalam hidupnya yang telah memberinya tempat di buku-buku sejarah.

Sementara Thomas Edison dan Lumiere bersaudara mendominasi berita utama karena menciptakan peralatan yang memungkinkan citra bergerak, Louis Le Prince mendahului mereka beberapa tahun dengan model kerja yang menangkap gerakan di luar rumahnya di Roundhay, Leeds.

Namun, prestasinya tidak diakui secara luas, karena tidak lama sebelum kinerja teknologi publik yang dijadwalkan, Le Prince menghilang tanpa petunjuk tentang keberadaannya.

Photo by Mu on Wikipedia

Banyak orang berspekulasi tentang nasibnya (dengan teori mulai dari bunuh diri hingga pembunuhan oleh sinematografer saingan), tetapi satu fakta yang tidak terbantahkan adalah bahwa Le Prince adalah yang pertama melewati pos itu dengan karya perintisnya di media yang pada akhirnya akan menjadi film.

Le Prince dilahirkan di Metz, Prancis pada tahun 1841 dan termasuk orang yang kaya. Selama masa mudanya secara teratur mengunjungi studio milik teman ayahnya, penemu fotografi yaitu Jacques Daguerre .

Setelah mempelajari kimia dan fisika di Universitas, Le Prince pindah ke Inggris atas undangan John Whitley, sebelum mendirikan Sekolah Teknik Leeds di mana ia berspesialisasi dalam pewarnaan dan penembakan gambar foto.

Namun, selama tahun 1880-an, Le Prince menjadi terpesona dengan teknologi sinematik awal yang sedang dikembangkan. Pada 1886 ia menciptakan kamera 16-lensa dan mengajukan permohonan paten Amerika pada 2 November tahun yang sama. Barulah kemudian ia menerima patennya pada awal 1888, dan pada 16 November 1888, ia menerima paten dari Inggris untuk penemuannya.

Kamera Leine Single-lens Cine, saat ini dipajang di Galeri Animasi, dan diyakini sebagai peralatan yang digunakan untuk memfilmkan adegan Roundhay Garden dan Jembatan Leeds yang terkenal.

Sementara, mungkin saat ini alat itu tampak primitif, menggunakan stripping film yang didukung kertas. Namun, alat itu sebagai bukti bahwa peralatan itu berhasil memproyeksikan gambar bergerak.

Namun, dalam putaran nasibnya yang kejam, kepergiannya membuat namanya tak mendapatkan pujian atas sebuah prestasi yang disebut sebagai 'film pertama'. Tetapi ia sejak anumerta dihargai statusnya yang sah sebagai Bapak Sinematografi. *** (SS)

SHARE