Dampak Menghina Kantor Lama saat Wawancara Kerja - Male Indonesia
Dampak Menghina Kantor Lama saat Wawancara Kerja
MALE ID | Works

Wawancara kerja sepertinya berjalan baik. Sebagai kandidat, Anda mendapatkan tanda positif dari bagian HRD. Anda pun santai saat wawancara.

wawancara kerja - male IndonesiaPhoto by Johanna Buguet on Unsplash

Ia pun bertanya alasan Anda meninggalkan perusahaan terakhir. Tanpa sadar, di wawancara kerja tersebut Anda menceritakan padanya aspek negatif dari kantor sebelumnya.

Boleh jadi, apa yang Anda ungkapkan merupakan fakta, namun ada konsekuensinya. Inilah alasan mengapa menghina kantor lama bisa merusak prospek kerja Anda di tempat baru, mengutip Job Street.

Bikin Suasana Negatif
Wawancara kerja bukan pilihan tepat menghina kantor lama, termasuk memberikan informasi penting mengenai perusahaan atau operasional mereka.

Fokuslah pada aspek netral atau tidak bias dari pengalaman kerja sebelumnya. Jika benar-benar harus menyebutkan poin negatif, pastikan Anda mengutarakan dengan cara yang positif.

Misalnya, saat Anda berbicara tentang fasilitas kerja terbatas di perusahaan lama, imbangi dengan hal positif, seperti budaya kerja yang terbuka dan kreatif, atau program pelatihan rutin.

Akan lebih baik lagi apabila segala pernyataan negatif dihindari agar Anda tidak menciptakan suasana negatif selama sisa wawancara.

Ada Masalah yang Belum Selesai
Semua masalah di perusahaan atau kantor lama itu masa lalu. Mengeluh akan hal tersebut tidak akan mengubah kondisi.

Anda sedang mencari pekerjaan yang lebih baik, jadi fokus melangkah menuju masa depan, ketimbang mengandalkan pengalaman negatif di masa lalu.

Mengatakan hal negatif saat wawancara kerja memberi kesan pada perekrut bahwa Anda punya masalah yang belum selesai.

Ini juga menumbuhkan keraguan bagi HRD, sebab Anda bisa saja menghina perusahaan mereka dengan cara sama jika mereka merekrut Anda.

Tidak Profesional
Terlepas bagaimanapun kondisinya, menghina perusahaan lama adalah ciri orang tidak profesional dan Anda sulit dipercaya.

Tidak ada perusahaan atau atasan yang sempurna, begitu pula Anda. Bayangkan jika perekrut menelepon mantan atasan untuk referensi dan ia mengeluhkan kebiasaan buruk Anda.

Jadi, berhati-hatilah terhadap kata-kata. Jika sampai terdengar oleh atasan sebelumnya bahwa Anda telah menjelekkannya atau perusahaan, ia dapat memutuskan untuk membalas Anda lewat cara tertentu.

Sikap Tidak Dewasa
Mendendam adalah sikap tidak dewasa. Kalau Anda masih terobsesi pada pengalaman buruk di perusahaan terakhir, introspeksi diri. Jangan buang energi dan waktu untuk hal-hal yang tidak dapat diubah.

Anda sering tidak sadar, namun terpaku pada pikiran negatif akan memengaruhi pikiran dan energi yang diproyeksikan. Kebencian terhadap pekerjaan selanjutnya akan segera terlihat saat wawancara kerja.

Agar tidak berlarut-larut, coba atur pertemuan dengan mantan atasan. Selesaikan masalah yang terjadi di masa lalu, secara baik-baik. [GP]

SHARE