Tips Mudah Jalani Diet Mediterania, Berani Coba? - Male Indonesia
Tips Mudah Jalani Diet Mediterania, Berani Coba?
Gading Perkasa | Sex & Health

Diet Mediterania baru saja dinobatkan sebagai diet terbaik di dunia. Terinspirasi dari gaya hidup sehat orang-orang Mediterania, diet ini berhasil mengalahkan 41 diet lainnya.

diet mediterania - Male Indonesiapexels.com

Diet Mediterania terpilih melalui serangkaian penilaian dan analisis para ahli US News and World Report, berhasil menduduki peringkat teratas untuk kesehatan dan kebugaran.

Banyak orang menilai diet ini ampuh mengurangi berat badan, risiko diabetes, kolesterol tinggi, penyakit jantung, stroke, dan kanker. Sekaligus meningkatkan kekuatan tulang, kesehatan otak, serta mencegah depresi dan demensia.

Buat orang yang menerapkan diet Mediterania, mereka fokus pada makanan nabati seperti buah, sayuran, biji-bijian, dan kacang-kacangan. Pelakunya menghindari gula, tepung, lemak, dan daging. Sumber protein berasal dari ikan, telur, susu, atau unggas.

“Diet ini tidak memberi tahu Anda apa yang harus dimakan dan tidak. Tapi mendorong konsumsi semua kelompok makanan, memberi bobot lebih pada yang memiliki manfaat kesehatan paling besar,” kata ahli diet Rahaf Al Bochi, dikutip dari CNN.

Kalau Anda tertarik menjalani diet Mediterania, simak tips berikut:

Fokus pada Makanan Nabati
Makanlah beragam jenis sayuran untuk mendapatkan nutrisi beragam bagi tubuh. Masaklah sayuran dengan minyak zaitun murni.

Sebagai saran, jangan gunakan minyak kelapa dan minyak kelapa sawit. Pasalnya, meski berbahan nabati, kedua jenis minyak itu mengandung lemak jenuh yang tinggi dan akan meninggalkan kolesterol jahat.

Pada diet Mediterania, ikan dan makanan laut dikonsumsi setidaknya dua kali seminggu. Sementara keju dan yogurt dikonsumsi setiap hari.

Ayam dan telur dalam porsi sedang boleh dikonsumsi. Namun, Anda disarankan tidak terlalu banyak mengonsumsi daging dan makanan manis.

Beralih ke Biji-Bijian Utuh
Langkah mudah diet Mediterania lainnya yaitu mengganti produk olahan dengan biji-bijian atau serelia utuh. Pilih roti gandum dan pasta, serta beras merah.

Coba pula konsumsi berbagai serelia seperti quiona, amaranth, millet, farro, dieja, kamut, dan teff. Para ahli menyarankan untuk mengonsumsi enam porsi serelia setiap hari dan setengah dari porsi itu merupakan gandum utuh.

Protein
Sumber protein adalah kunci dalam diet ini. Anda tak perlu makan daging atau ayam setiap hari. Kacang-kacangan seperti buncis merupakan sumber protein yang baik, serta mengandung serat, vitamin, dan antioksidan.

Protein dari ikan yang kaya omega-3 seperti salmon atau tuna mesti dikonsumsi sebanyak dua porsi ikan dalam sepekan.

Sebenarnya tak ada larangan untuk daging. Namun, makanlah dalam jumlah sedikit. Guna menyiasatinya, pakai potongan kecil daging merah dan ayam sebagai campuran sayur.

Produk susu seperti yogurt juga dianjurkan dikonsumsi setiap hari asal tidak berlebihan.

Sarapan Pagi
Jangan pernah lewatkan sarapan pagi. Melupakan sarapan dapat memperlambat metabolisme tubuh dan berkontribusi pada kenaikan berat badan.

Pilih sarapan sederhana seperti roti gandum panggang, atau alpukat. Konsumsi sereal gandum dengan secangkir susu juga bisa menjadi pilihan. Tambahkan buah berukuran kecil dan sedang sebagai pelengkap.

Makanan Penutup
Jika makanan penutup umumnya tak jauh dari kue atau hidangan manis, ganti dengan buah-buahan. Anda bisa menambahkan yogurt untuk menambah cita rasa. [GP]

SHARE