Cegah Sebelum Parah, Gejala Infeksi Lambung - Male Indonesia
Cegah Sebelum Parah, Gejala Infeksi Lambung
Sopan Sopian | Sex & Health

Aktor senior Torro Margens meninggal dunia pada hari Jumat (4/1/2019) dini hari di usia 68 tahun. Sebelum tutup usia, aktor yang juga terlibat dalam film berjudul Love For Sale ini didiagnosis menderita infeksi lambung. 

Infeksi Lambung - male Indonesiapixabay.com

Infeksi lambung ini menyebabkan Torro mengalami muntah darah saat syuting sebuah film di Yogyakarta pada November 2018 lalu. Apa sebenarnya penyakit infeksi lambung yang sebabkan Torro Margens meninggal tersebut?

Infeksi lambung bukan hanya disebabkan oleh kadar asam lambung yang tidak seimbang, tapi juga karena adanya bakteri Helicobacter pylori yang bersarang di sana. Dilansir dari WebMD, setelah bertahun-tahun bakteri ini dapat menyebabkan luka. Pada sebagian orang infeksi lambung dapat berkembang menjadi kanker lambung.

Menurut laman Biomerieux, Infeksi lambung merupakan infeksi gastrointestinal, yang artinya adalah infeksi virus, bakteri, atau parasit yang menyebabkan radang saluran pencernaan, radang lambung, dan usus kecil. 

Masih dari sumber yang sama, infeksi saluran cerna dapat disebabkan oleh sejumlah besar mikroorganisme, termasuk Adenovirus, Campylobacter, Clostridium difficile, Escherichia coli, Helicobacter pylori, Rotavirus, Salmonella, dan Shigella.

Ada banyak cara penyebaran gastroenteritis termasuk kontak dengan seseorang yang memiliki virus, mengonsumsi makanan atau air yang terkontaminasi. Penyebab gastroenteritis yang paling umum adalah virus.

Gejala Infeksi Lambung
Gejala infeksi lambung sering kali tidak khas. Tapi, penyakit ini bisa dideteksi dari gejala-gejala tertentu, seperti mual, muntah, perut kembung, sering bersendawa, tidak merasa lapar, dan penurunan berat badan tanpa alasan yang jelas. Jika penyakit ini sudah dalam kondisi parah, akan muncul rasa sakit pada bagian bawah tulang dada, tepat di atas perut.

Lebih lanjut lagi, gejala yang ditimbulkan infeksi lambung antara lain kesulitan bernapas, pusing, muntah darah, sakit perut yang parah, serta kotoran yang berdarah dan berwarna merah tua atau hitam. 

Jika menemukan gejala tersebut, segera kunjungi dokter. Pembiaran infeksi lambung akan menimbulkan kondisi yang lebih berbahaya, misalnya pendarahan lambung, lubang pada bagian dinding lambung, hingga infeksi berlanjut ke rongga perut.

Menurut WebMD, perawatan yang dilakukan biasanya untuk membunuh kuman, menyembuhkan lapisan perut yang terluka, dan menjaga agar luka tidak kembali. Perawatan infeksi lambung umumnya membutuhkan waktu 1-2 pekan. *** (SS)

SHARE