4 Teknologi Canggih Cina yang Menggemparkan - Male Indonesia
4 Teknologi Canggih Cina yang Menggemparkan
Sopan Sopian | Digital Life

Sejak zaman dahulu Cina adalah bangsa yang paling unggul dalam berbagai bidang. Bukti sejarah dan keberadaan bangsa Cina itu sendiri menjadi saksi betapa Cina adalah bangsa tertua dengan berbagai kemaujan dari zaman ke zaman.

Teknologi Cina - Male IndonesiaPhoto by Eddie Kopp on Unsplash

Kini Ciina juga dikenal sebagai negara yang sangat inovatif dalam bidang teknologinya. Ciina sudah banyak menciptakan teknologi yang bahkan belum ada di negara lain. Teknologi yang diciptakan oleh ilmuan mereka bahkan sempat menggembarkan dunia.

Bulan Buatan
Bulan buatan bisa menggantikan keberadaan lampu jalan dan bisa bersinar 8 kali lebih bercahaya dari bulan asli. Demi menerangi jalan umum di malam hari, sekelompok ilmuwan di Cina berencana meluncurkan bulan buatan pada 2020. 

Bulan buatan ini sejatinya merupakan satelit yang akan memantulkan lapisan reflektif untuk menyinari kembali cahaya matahari ke bumi. Hebatnya lagi, bulan buatan tersebut bisa bersinar delapan kali lebih bercahaya dari bulan asli. 

Sayang, benda yang bakal mengorbit pada jarak 500 kilometer dari bumi itu tidak bisa menerangi seluruh langit malam di belahan bumi lainnya.

Modifikasi Cuaca
Teknologi ini diharapkan bisa mengurangi bencana alam dan mendorong perkembangan pertanian. Namun, jika dilogikakan, memodifikasi cuaca di bumi adalah hal yang mustahil dilakukan di beberapa abad belakangan. 

Namun tidak bagi Cina, negara satu ini memodifikasi cuaca menjadi wacana besar bagi China di masa depan. Direktur Administrasi Meteorologi China (CMA) Zheng Guoguang ingin mengubah cuaca sesuai keinginan untuk membantu mengurangi bencana alam dan mendorong pengembangan pertanian modern.

Bahkan, Cina telah menghabiskan 762 juta yuan (lebih dari satu triliun rupiah) untuk pengerjaan modifikasi cuaca yang setiap tahun meningkat hingga 19 persen.

Kloning Monyet
Kemajuan sains ilmuwan Cina ditandai dengan keberhasilan mereka melakukan kloning kepada seekor monyet beberapa waktu lalu. Mereka dibuat dari sel janin yang tumbuh di atas cawan petri. Di mana teknik kloning itu serupa dengan cara yang digunakan pada domba Dolly pada 1996 silam.

Kedua monyet tersebut, lahir dari tangan para pakar di Chinese Academy of Sciences, Shanghai. Meski demikian, perkara kloning masih menjadi perdebatan di kalangan ilmuwan dunia karena faktor etika dan dampak psikologis jangka panjang yang bakal timbul setelahnya.

Matahari Buatan
Kepada ABC, Associate Professor Matthew Hole dari Australian National University mengatakan pencapaian Cina dalam membuat matahari buatan merupakan hal penting dalam perkembangan keilmuan fusi nuklir.

Para ilmuan nuklir Cina telah berhasil untuk menghasilkan energi dari proses fusi nuklir, proses yang biasanya terjadi pada matahari. Tim ilmuwan dari Institut Fisika Plasma Cina mengumumkan bahwa plasma dalam proyek penelitian bernama Experimental Advanced Superconducting Tokamak (EAST) yang disebut 'matahari buatan' telah mencapai 100 juta derajat Celsius, suhu yang diperlukan untuk mempertahankan fusi. 

Manfaat teknologi ini sederhana, karena ini akan menjadi sumber produksi energi dalam skala besar, dengan emisi gas rumah kaca nol, dan tidak ada buangan radioaktif sama sekali. *** (SS)

SHARE