Aktris Laura Basuki, Si Jelita yang 'Sadis' | Male Indonesia - Men in Life Men in Style
Aktris Laura Basuki, Si Jelita yang 'Sadis'
Sopan Sopian | News

Di balik parasnya yang cantik jelita, dan gaya yang feminin, ternyata Laura Basuki adalah penggemar film thriller dan horor. Hal tersebut diungkap oleh Laura saat peluncuran web series Brata beberapa waktu lalu.

male indonesia

Kedua film bergenre tersebut memang berkesan sadis. Namun, Laura Basuki mengatakan jika film-film dengan adegan menegangkan itu sudah menjadi makanannya. "Wah, aku tuh suka banget film thriller, horor. Udah makanan sehari-hari. Kalau serial di luar (negeri) kan banyak tuh yang kayak gitu," tutur Laura.

Bahkan, ketika ia ditawari untuk berperan sebagai dokter forensik dalam film Brata itu, ia tak menolak peran itu. Ia juga mengatakan, tak merasa ngeri sedikit pun ketika berakting memeriksa mayat sebagai dokter forensik. Padalah itu adalah peran dirinya untuk pertama kali.

"Saya memang orangnya sadis. Malah nanya ini mayatnya orang apa nggak sih. Saya menerima peran itu melihat dari cerita atau perannya sudah pernah saya ambil atau belum. Dan untuk ini saya belum pernah dapat peran sebagai dokter forensik, jadi ini tantangan," ujarnya sambil tertawa.

Untuk mendalami perannya, Laura berdiskusi langsung dengan seorang dokter forensik. Sebab ia meras perlu mendapatkan informasi tentang penggunaan alat dan proses pembedahan mayat. Walaupun ia merasa kurang puas sebab tak diizinkan masuk kamar mayat.

"Jadi menantang buat aku. Aku seneng banget liat mayat, liat potongan tubuh manusia. Nah, kebetulan Pak Ito (sutradara) punya teman dokter forensik, jadi dikasih tahu pake alatnya begini, step-stepnya apa dulu, jadi gak keliatan kaya orang baru pegang alat di film," jelasnya.

"Aku happy sih dapat peran-peran yang aneh-aneh, yang belum pernah, dapat dokter forensik tuh buat aku suatu kenikmatanlah bisa merasakan ya happy lah waktu syuting," tambah Laura.

Alasan Laura Tak Pernah Main Sinetron
Laura Basuki memang telah lama berkecimpung dalam dunia seni peran. Mulai dari layar lebar, hingga web series seperti sekarang ini. Namun, ia belum pernah sama sekali mencicipi dunia sinetron. 

Menurutnya, ia memiliki alasan sendiri mengapa tidak mengambil peran dalam sinetron. Alasannya adalah, karena kendala jadwal, dan sinetron tidak bisa diprediksi ending ceritanya. "Terus juga cukup menyita waktu banyak," jelas Laura.

Karena itu, ia lebih memilih film layar lebar atau FTV dan web series yang waktu shooting-nya lebih jelas. Padahal ia sering mendapat tawaran bermain sinetron. "Cuma mereka akhirnya tahu aku lebih memilih yang jadwalnya satu bulan kelar," ucap film Republik Twitter itu.

"Kebetulan memang saya lebih nyaman kerja di film. Kalau saya kondisinya punya keluarga jadi ya kalau main sinetron cukup menyita waktu banyak. Lebih memilih yang jangka waktu kerja pendek," ucap Laura lebih lanjut. 

Meski demikian, ia tak menutup pintu rapat-rapat untuk sinetron. Jika suatu hari ditawari sinetron dengan cerita menarik dan penggarapan serius, Laura akan mempertimbangkannya. "Selama ceritanya bagus, terus aku tahu digarap serius, aku mau sih. Mau itu sinetronnya mini series atau udah dibatasin misalnya berapa episode," tandasnya. *** (SS)

SHARE