5 Tren Pekerjaan yang Akan Terjadi di 2019 | Male Indonesia - Men in Life Men in Style
5 Tren Pekerjaan yang Akan Terjadi di 2019
Sopan Sopian | Works

Menurut laporan tahunan Tren Pasar Kerja Glassdoor, perusahaan banyak berinvestasi dalam kecerdasan buatan (AI) dan keragaman tempat kerja pada tahun 2018, dan tren ini akan terus berkembang pada tahun 2019.

Photo by Ben White on Unsplash

Kepala Ekonom Glassdoor, Dr. Andrew Chamberlain menuturkan bahwa, setelah sembilan tahun pertubuhan yang stabil, pada 2018 terlihat adanya salah satu pasar pekerjaan terkuat dalam satu generasi.

"Namun, dunia kerja pasti akan berubah. Kami menyaksikan pergantian kekuasaan ketika pencari kerja meningkatkan posisi pasar mereka dan karyawan membuat dampak dengan suara mereka. Ditambah, seiring dengan perkembangan teknologi, itu mengubah cara kami bekerja dan beragam pekerjaan tersedia." kata  Andrew Chamberlain dalam laman Techrepublic

Maka dari itu, ia mencatat beberapa tren yang akan terjadi di pasar pekerjaan di tahun 2019. Berikut adalah lima tren pasar pekerjaan yang diidentifikasi Glassdoor untuk 2019.

1. Teknologi akan Mengubah Metode Pencarian Kerja
Metode sebelumnya untuk mencari pekerja, berfokus pada pencarian kerja kerja online dan pengiriman email. Di Tthun 2019 akan berubah, di mana metode itu akan menggunakan AI yang dikembangkan pada 2018.

AI akan mencocokan pekerjaan dengan dibantu pembelajaran mesin. Sebuah situs akan memanfaatkan teknologi pembelajaran mesin dan data besar untuk menghasilkan rekomendasi pekerjaan yang disesuaikan untuk setiap kandidat.

"Cara perekrutan ini akan terbukti bermanfaat bagi kandidat dan pengusaha, dengan mencocokkan kandidat dengan pekerjaan lebih cepat, dan memberi perusahaan pelamar kualitas yang lebih baik," ucap Chamberlain.

2. Fokus pada Pekerja Non-Teknologi akan Meningkat
Tren yang sudah berlangsung pada tahun 2018, perusahaan teknologi akan terus mempekerjakan lebih banyak peran non-teknis untuk mengembangkan tim mereka pada tahun 2019. Sebelumnya, perusahaan teknologi dan startup berfokus pada pengembangan back-end, mempekerjakan insinyur perangkat lunak, ilmuwan data, dan pengembang untuk membangun infrastruktur organisasi. 

Pada 2019, fokusnya akan dialihkan ke front-end, dengan perusahaan teknologi mempekerjakan eksekutif, manajer proyek, manajer operasi, analis keuangan, perwakilan sumber daya manusia, dan banyak lagi. "Pekerjaan ini akan membantu meningkatkan pendapatan dan meningkatkan operasi, lapor laporan itu," jelas Chamberlain.

3. Pencari Kerja dan Pengusaha akan Menghadapi Resesi Ekonomi
Melalui laporannya, Andrew Chamberlain menuturkan bahwa, ekonomi pekerjaan di 2018 terlihat menguat, tetapi di 2019 mungkin akan melambat. Peluang resesi besar pada tahun 2019, dikatakatannya rendah, tetapi itu tidak berarti para pengusaha dan pekerja tidak akan melihatnya lagi setelah satu tahun kemudian.

4. Tenaga Kerja yang Menua akan Membawa Kekurangan Bakat
Glassdoor mencatat, saat ini ada lebih dari 7 juta lowongan pekerjaan di AS, dan itu tidak selaras dengan pertumbuhan pencari kerja. Alasan utama untuk kekurangan ini adalah tenaga kerja lanjut usia. 

Gelombang pertama Baby Boomers mencapai usia pensiun pada tahun 2011, dan jutaan lainnya diperkirakan akan mengikuti di tahun-tahun mendatang. Hasilnya akan menjadi kumpulan pekerja berpengalaman yang lebih kecil, dan mencari yang berpengalaman akan sedikit menyulitkan.

5. Keanekaragaman akan Dilengkapi dengan Inklusi dan Kepemilikan
Pada tahun 2019 perusahaan akan lebih fokus pada memastikan keragaman gender. Inklusi dan rasa memiliki pada perusahaan akan dibangun, karena menurut laporan Glassdoot, itu sangat penting untuk budaya perusahaan yang sehat. Tanpa komponen-komponen ini, program keanekaragaman tidak akan berhasil. *** (SS)

SHARE