Krema, Misteri Kenikmatan Buih Secangkir Kopi | Male Indonesia - Men in Life Men in Style
Krema, Misteri Kenikmatan Buih Secangkir Kopi
Sopan Sopian | Relax

Para penggemar kopi, pasti sudah tidak asing lagi dengan yang namanya krema (crema) atau buih pada kopi. Krema memang memiliki sensasi tersendiri ketika menyesap kopi. Rasanya manis dan nikmat. Lalu apa keistimewaannya?


Photo by Nathan Dumlao on Unsplash

Mimi Alawiyah, salah satu trainer senior di Indonesian Coffee Academy (ICA) menjelaskan keistimewaan krema dalam secangkir kopi murni. Krema adalah cairan berwarna kuning tua yang muncul pertama kali saat ekstraksi kopi.

Krema biasanya mengambang seperti buih, dalam secangkir kopi, terutama yang disajikan dengan cara manual brew cupping, atau lebih dikenal tubruk.

Ada berbagai faktor yang membentuk krema. Misalnya pada saat air panas mengekstrak kopi dalam tekanan tinggi, ada proses pelepasan atau emulsifikasi kandungan lemak/minyak pada biji kopi. 

Jika dilihat dari dekat, bentuk krema adalah endapan minyak nabati dan kumpulan gelembung udara berukuran sangat kecil. "Kasarnya krema itu ampas kopi yang mengambang, berminyak. Krema harus dibersihkan jika ingin membedakan aroma dan rasa beberapa jenis kopi," tutur Mimi.

Kremalah, kata dia, yang lekat menempel di mulut dan tenggorokan, jadi akan membuat sulit menyecap rasa yang berbeda, dari beberapa jenis kopi. Namun, krema juga punya keistimewaan. Menurutnya, krema merupakan hal yang paling manis di kopi. Penikmat kopi akan membutuhkannya sewaktu-waktu di jenis kopi tertentu, salah satunya espresso.

"Krema merupakan hal yang termanis di kopi, kita membutuhkannya sewaktu-waktu untuk menambah rasa manis alami tanpa menggunakan gula," jelasnya. Krema dalam espresso kadang disebut juga sebagai “Guinness effect”. Banyak penikmat dan barista profesional yang memandang pentingnya krema dalam sajian espresso untuk menyeimbangkan rasa.

Bahkan, orang-orang Italia yang memang terkenal sebagai peminum kopi, tidak pernah mengambil espresso apapun yang tidak memiliki krema pada permukaannya. Perlu diketahui juga, umumnya ada dua faktor yang memengaruhi kualitas krema. 

Pertama, kandungan minyak nabati yang lebih banyak dalam varietas kopi tertentu, atau bisa juga kualitas perkebunan yang memadai. Kedua, kopinya lumayan dini untuk diseduh karena masih pada proses out-gassing CO2. *** (SS)

SHARE