Roy Bean, Hakim Unik yang Punya Catatan Kriminal - Male Indonesia
Roy Bean, Hakim Unik yang Punya Catatan Kriminal
Gading Perkasa | Story

Tidak punya latar pendidikan di bidang hukum, seorang hakim bernama Roy Bean menjadi simbol kedamaian di daerah terpencil Texas selama 20 tahun lamanya. Pria yang digambarkan berjanggut lebat itu bahkan memiliki catatan kriminal dan masyarakat sangat memercayainya.

wikimedia commons

Legenda tentang Roy Bean selalu menyebut bahwa ia menegakkan hukum dengan cara-cara yang unik. Para ahli pun meyakini, hal itu benar-benar terjadi semasa hidupnya sebagai hakim kota.

Pada buku 100 Tokoh Legendaris yang Berpengaruh dalam Sejarah Dunia, diceritakan Roy Bean lahir dari keluarga miskin di Kentucky. Ia pergi ke Meksiko saat remaja untuk mencari pekerjaan yang layak.

Namun, di Meksiko, Bean terlibat dalam pembunuhan seorang gembala sapi, dan menghabiskan waktunya demi melarikan diri.

Ia lalu menetap di California, membuka bar tempat orang-orang mencari minuman, dan menjadi petugas keamanan. Bean menyangkal bahwa dirinya pernah membunuh. Alasannya meninggalkan Meksiko adalah karena ia telah mengalahkan seorang pria dalam duel di atas kuda.

Selama Perang Saudara di Amerika, Bean memimpin sebuah kelompok pencuri, Free Rovers, yang memegang keyakinan untuk membantu kaum lemah. Ia kerap melakukan pencurian dari pihak Union yang terkenal kaya, dan diberikan kepada Konfederasi.

Setelah perang usai, Bean menggeluti berbagai bidang bisnis, namun senantiasa gagal. Ia banyak terlibat dalam peraturan-peraturan hukum negara karena sering mengajukan tuntutan. Akhirnya, ia pun akrab dengan prosedur hukum.

2 Agustus 1882, Roy Bean ditunjuk menjadi hakim di kalangan awam untuk menangani kasus-kasus kecil di Langtry, Texas, sebuah pemukiman terpencil di sebelah selatan rel kereta api Southern Pasific.

Tiap keputusannya seringkali dilakukan demi keuntungannya sendiri. Kendati demikian, hal itu ditujukan bagi kedamaian penduduk Langtry.

Contohnya, kisah tentang mayat yang dibawa kepada Bean. Saat menemukan uang dan pistol di saku mayat tersebut, Bean mengambil uang itu dengan alasan denda atas kepemilikan senjata tanpa izin.

Kisah lainnya, sebelum persidangan, Bean selalu memastikan semua orang minum cukup banyak. Begitu ada orang mabuk di ruang persidangan, mereka akan didenda karena melanggar aturan.

Pada awal abad ke-20, reputasi Roy Bean sebagai hakim yang eksentrik menyebar ke timur. Orang-orang datang ke Langtry untuk melihat bagaimana Bean bekerja. Ia menghembuskan napas terakhirnya di tahun 1903 lantaran ketergantungan alkohol. [GP]

SHARE