Bahaya di Balik Penggunaan Jam Tangan Pintar - Male Indonesia
Bahaya di Balik Penggunaan Jam Tangan Pintar
Gading Perkasa | Digital Life

Jam tangan pintar atau smartwatch mampu melakukan segala sesuatu di kehidupan sehari-hari manusia. Mulai dari pelacakan detak jantung sampai membuat panggilan telepon selain menunjukkan fungsi waktu.

MaxPixel

Namun, apakah Anda tahu bahwa jam tangan pintar juga dapat digunakan untuk mengenali apa yang Anda ketik?

Wearable device seperti jam tangan pintar dan pelacak kesehatan (fitness tracker) sejak awal memang telah memunculkan suatu kekhawatiran dari segi keamanan.

Hal ini terutama disebabkan oleh data yang dikumpulkan dan ditransfer ke cloud, kemungkinan bisa berakhir di tangan tak bertanggung jawab atau dijual kepada penawar tertinggi.

Vendor fitness tracker melakukan segala cara untuk meyakinkan para pengguna bahwa data-data mereka aman, namun di saat yang sama mereka juga menjual gelang pintar ini secara massal kepada perusahaan.

Sebagai contoh, perusahaan dapat menggunakan perangkat guna melacak kesehatan para karyawan mereka. Pastinya hal ini bukanlah cara yang baik dalam menangani data-data pribadi karyawan.

Roman Unuchek, Senior Malware Analyst dari Kaspersky Lab menemukan, adalah hal mudah menghubungkan smartphone ke hampir semua fitness tracker, yang juga terhubung ke perangkat lain. Ia menyimpulkan penelitiannya dengan catatan yang relatif positif.

“Para penjahat siber tak bisa mendapat akses ke semua data pengguna fitness tracker, sebab data itu tak disimpan di gelang atau smartphone. Aplikasi secara teratur mengirimkan informasi dari gelang ke cloud,” ujar Unuchek lewat keterangan resminya.

Namun, mahasiswa di IT University of Copenhagen, Tony Beltramelli, menunjukkan bahwa penjahat siber tidak perlu data-data tersebut untuk meretas wearable device milik pengguna.

Setelah memperoleh akses ke smartwatch, Beltramelli mengatakan, seseorang dapat mengamati gerak tubuh dari pemilik perangkat dan melakukan metode reverse-engineer ke dalam simbol yang akan mereka ketik pada keypad numerik.

Penelitian ini mengungkap, seseorang bisa menggunakan smartwatch yang telah diretas untuk mempelajari apa yang diketik di numpad. Akibatnya sangat buruk, karena bisa saja numpad itu menjadi kode pin di ATM atau perangkat pembaca kartu di toko.

Kemungkinan lain, numpad menjadi lock screen pada smartphone pengguna. Begitu penjahat siber berhasil meretas smartphone, ia akan memperoleh seluruh informasi pengguna, termasuk kontak, pesan, data perbankan dan sebagainya.

Jika penjahat siber membuat perangkat lunak untuk mengenali angka pada numpad, bisa dipastikan ia mampu mengembangkan serta membuat perangkat yang bisa membedakan huruf pada keyboard komputer.

“Pada sebuah smartwatch, hanya salah satu tangan Anda yang dapat ditelusuri. Namun setengah dari huruf saja sudah cukup untuk memahami apa yang sebenarnya Anda ketik,” ujar Unuchek.

“Kami tidak punya bukti kuat bahwa ancaman siber seperti ini telah beredar luas. Namun, Anda harus memastikan, tidak ada malware terinstal pada smartwatch Anda,” ujarnya lagi. [GP]

SHARE