Teknologi Face Recognition Lebih Canggih Dari Sony | Male Indonesia - Men in Life Men in Style
Teknologi Face Recognition Lebih Canggih Dari Sony
Gading Perkasa | Digital Life

Raksasa asal Jepang, Sony, percaya diri bahwa pihaknya bisa membuat teknologi pengenalan wajah (face recognition) lebih pintar dibandingkan teknologi yang saat ini ada. Mereka berencana menggunakan sensor 3D dengan laser.

Maurizio Pesce/flickr

Sensor 3D Sony pada teknologi pengenalan wajah disebut menyebarkan gelombang laser yang menciptakan peta kedalaman. Cara kerjanya mirip seperti bagaimana kelelawar menggunakan pantulan frekuensi suara untuk mengenali lingkungannya.

Mereka bisa memperkirakan jarak dengan mengukur seberapa lama gelombang suara yang dikeluarkan dipantulkan kembali.

Kepala divisi sensor Sony, Satoshi Yoshihara, berpendapat sensor 3D menghasilkan model wajah pengguna yang lebih detail dan dapat bekerja sejauh lima meter. Cara ini berbeda dengan perangkat keras pemindai wajah tradisional yang memanfaatkan kamera untuk mengenali wajah.

Penggunaan sensor pengenalan wajah di ponsel umumnya menggunakan kamera selfie guna mengidentifikasi wajah orang. Sensor itu hanya bisa bekerja dengan syarat adanya cahaya agar bisa memindai wajah pengguna.

Sementara saat ini, pemindai 3D hanya digunakan oleh Apple, Huawei dan Xiaomi. Cara kerjanya adalah memproyeksikan titik-titik cahaya yang tak terlihat ke wajah pengguna dan mengukur deformasi di dalam grid.

Namun pada hasil proyeksi 3D, ponsel mesti memasang berbagai komponen. Sehingga pemindaian model ini sulit diterapkan di ponsel low-entry. Chip sensor pemindai mendalam (depth sensing) Sony sepertinya bisa mengubah peta permainan.

Oleh karenanya, Satoshi Yoshihara mengatakan bahwa perusahaan berencana meningkatkan produksi chip untuk menghidupkan kamera 3D depan dan belakang di akhir musim panas.

Hal itu dilakukan demi menanggapi permintaan dari beberapa produsen ponsel. Kemungkinan sensor 3D akan hadir di ponsel flagship.

“Kamera merevolusi ponsel, dan berdasarkan apa yang saya lihat, saya memiliki harapan sama untuk 3D. Kecepatannya akan bervariasi berdasarkan bidang, tetapi kami pasti akan melihat adopsi 3D. Saya yakin akan hal itu,” kata Yoshihara pada wawancaranya bersama Bloomberg.

Selain teknologi pengenalan wajah di ponsel, Sony juga optimis sensor ini bisa digunakan di bidang lain. Mereka membuat situs Sony Depthsensing untuk menggali potensi teknologi sensor 3D dan bagaimana implementasinya ke mobil tanpa awak, drone, robot dan lainnya, seperti dikutip Phone Arena. [GP]

SHARE