Tips Hindari Risiko Tumbuhnya Sel Kanker Paru | Male Indonesia - Men in Life Men in Style
Tips Hindari Risiko Tumbuhnya Sel Kanker Paru
Sopan Sopian | Sex & Health

Bernapas merupakan salah satuu kebutuhan premier manusia agar dapat bertahan hidup. Karenanya, menjaga kesehatan organ pernapasan merupakan hal yang tidak dapat ditolelir.

Pixabay.com

Sayangnya, lingkungan serta gaya hidup yang dijalani terkadang justru memberi dampak merugikan bagi kondisi organ pernapasan utama, yaitu paru. Bahaya penyakit pun mengancam, termasuk kanker paru.

Menurut dr. Budhi Antariksa, Ph.D,Sp.P (K), secara garis besar, faktor risiko munculnya kanker paru dapat dikelompokan menjadi dua jenis. Pertama, kebiasaan buruk (perokok aktif maupun pasif atau bekerja di tempat yang mengandung zat kimia yang bersifat terinspiratif/terhirup, dan kedua yaitu genetik, memiliki riwayat keluarga yang menderita kanker. "Tidak harus kanker paru," ucapnya.

Seperti diketahui, peyakit kanker paru membuat harapan hidup seseorang yang menderitanya memiliki harapan hidup yang kecil. Terlebih penyakit ini tidak menunjukan gelaja berarti di tahap awal, sehingga sulit terdeteksi. "Gejalanya baru muncul bila stadium telah lanjut," ucap Budi Antariksa.

Akan tetapi, gejala umum dari kanker paru ini bisa dirasakan, seperti batuk berdarah, yang mana ini menandakan sel kanker sudah berada pada saluran pernapasan di paru. Kemudian penurunan berat badan, dan sesak napas. Jika sudah sesak napas, hal tersebut karena paru mengecil akibat masa kanker itu sendiri atau timbul cairan (efusi pleura) yang mengisi rongga paru.

Cegah Kanker Paru
Mengerikan memang ketika seseorang mengidap penyakit ini. Karenanya, lebih baik menjegah lebih dahulu daripada menyembuhkannya. dr. Budhi Antariksa menuturkan bahwa ada enam cara cegah sel kanker tumbuh.

Pertama, hindari merokok. Bila masih merokok, ikuti tips berhenti merokok yang dianjurkan oleh dokter. Kemudian, yang kedua, mejalani pola hidup sehat, terutama tidak merokok. Ketiga, gunakanlah masker jika bekerja di tempat berpolusi atau dengan paparan zat kimia yang terhirup. 

"Penggunaan masker dapat mengurangi masuknya zat yang bersifat karsinogenik yang memiliki bawaan untuk menjadi kanker," jelasnya.

Setelah itu, yang keempat, jika memiliki faktor keturunan lakukan deteksi dini dan rutin. Kelima, konsumsi makanan yang tinggi kandungan antioksidan. Dan yang terakhir, yakni keenam, buat saluran udara di tempat dengan paparan zat kimia yang bersifat karsinogenik, dengan tetap menggunakan masker.

"Tentu, selain itu semua, pemeriksaan rutin ke rumah sakit/klinik kepada dokter merupakan tindakan preventif yang perlu dilakukan," ucap dokter dari Rumah Sakit Pondok Indah itu. *** (SS)

SHARE