Diyon Wiyoko, Film Action dan Persaingan 2019 | Male Indonesia - Men in Life Men in Style
Diyon Wiyoko, Film Action dan Persaingan 2019
Sopan Sopian | News

Aktor Diyon Wiyoko kini kerap muncul dalam film-film bergenre drama. Namun, dibalik kesibukannya dalam genre tersebut, ternyata ia merindukan untuk bermain di film bergenre film action.

Dion Wiyoko terakhir kali bermain film action sembilan tahun lalu. Kala itu, Dion berperan sebagai Lukam dalam film Serigala Terakhir. Film tersebut karya sutradara dan penulis Upi. "Iya, sudah lama banget, terakhir Serigala Terakhir, dan belum ada lagi. Pengin lagi sin main film action," ujar Dion.

Seperti diketahui, film Serigala Terakhir adalah film drama kriminal Indonesia yang tayang pada November 2009 lalu. Film tersebut, selain dibintai Dion Wiyoko, juga dibintangi oleh aktor-aktor ternama Indonesia, seperti Vino G Bastian, Al Fathir Muchtar, Dallas Pratama, Ali Syakieb, Reza Pahlevi, Fanny Fabriana, dan Zaneta Georgina.

Film Serigala Terakhir ini menceritakan tentang lima orang pemuda yang menjadi preman di wilayahnya yang suka membuat keributan. Konflik terjadi di antara mereka lantaran sebuah masalah.

"Kalau ada rezeki dan dapat lagi ya mau. Kalau ditanya tertarik apa enggak main film action? Ya tertarik," ucap pria yang hobi Photography itu.

Persaingan di 2019


Tak bisa dipungkiri, bahwa setiap waktu dunia hiburan selalu dipenuhi dengan pendatang baru yang memiliki bakat luar biasa. Hal tersebut juga diakui Dion Wiyoko. Menurutnya, dunia hiburan memang cukup keras. Jika lengah sedikit saja, bisa-bisa tergilas oleh artis pendatang baru.

Dion Wiyoko mengaku akan menghadapi pesaingnya di 2019 mendatang dengan mengutamakan totalitas dan kualitas dalam berkarya. "Cara mempertahankannya kalau kita eksis dengan kualitas, nanti eksis itu akan selalu menyertai kita kok. Mudah-mudahan 2019 tetap ramai walaupun tahun politik," tutur pemeran Cek Toko Sebelah itu.

Dion Wiyoko juga siap menghadapi persaingan di tahun depan dengan berusaha menghindari sensasi. Pria kelahiran Surabaya itu memiliki keyakinan bahwa, sensasi tidak akan mampu mempertahankan eksistensi di dunia perfilman tanah air, meski terkadang dapat mendongkrak popularitas.

"Itu dengan sendirinya lah mau usaha apapun pasti ada pesaing baru. Dengan banyak pesaing baru mungkin jadi motivasi untuk kita juga dengan mengutamakan prestasi ke depannya. Semakin berkarya dengan prestasi dan meminimalisir sensasi, pasti diterima sih," terang Dion Wiyoko. *** (SS)

SHARE