Hidup Berantakan! Jika Anda Coba Konsumsi Kokain - Male Indonesia
Hidup Berantakan! Jika Anda Coba Konsumsi Kokain
MALE ID | Sex & Health

Konsumsi kokain adalah salah satu kebiasaan yang paling sering ditemukan dalam dunia penyalahgunaan obat. Kokain adalah obat stimulan adiktif yang dibuat dari daun tanaman koka asal Amerika Selatan.

Marco Verch/flickr

Seperti dilansir dari Drug Facts, ada alasan kuat mengapa orang-orang mengonsumsi kokain, yaitu memberi euforia di otak. Pemakainya akan merasakan gairah dan energi yang tidak pernah dirasakan oleh orang normal.

Zat pada kokain bereaksi seperti zat serotonin di otak, menghasilkan sensasi berkali-kali lebih hebat daripada serotonin. Sebagaimana diketahui, serotonin adalah zat ‘bahagia dan tenang’ yang dihasilkan secara natural dari dalam tubuh.

Cara kerja kokain hampir sama, namun mempunyai efek berlipat ganda. Karena kehebatan efeknya, banyak orang tertarik mengonsumsi kokain.

Dampak konsumsi kokain pada jangka pendek mencakup kebahagiaan dan energi yang ekstrem, kewaspadaan mental, hipersensitif terhadap penglihatan, suara, sentuhan, mudah marah, hingga paranoid atau tidak percaya pada orang lain.

Beberapa orang menemukan bahwa kokain dapat membantu mereka melakukan tugas berat menjadi sederhana dan lebih cepat.

Efek kokain segera muncul dan menghilang dalam hitungan menit hingga satu jam. Berapa lama efek tersebut berlangsung? Tergantung pada metode penggunaan. Suntikan atau merokok kokain menghasilkan rasa lebih kuat dan cepat, namun lebih pendek ketimbang menghisap lewat hidung.

Merusak Otak

Seperti dilansir Himedik, scan otak memperlihatkan dalam sekali pemakaian, fungsi neuron di otak langsung mati. Dalam waktu 10 - 100 hari, fungsi otak tidak pulih. Seumur hidup pun tidak akan kembali seperti semula.

Menurunkan Fungsi Seluruh Organ Tubuh

Bukan hanya otak dan pikiran, kokain juga menghancurkan tubuh jika sering dikonsumsi. Mulai hidung membiru, sampai lubang hidung yang rusak.

Hanya beberapa tahun, pecandu kokain juga mengalami penuaan dini berlipat. Itu karena kokain membuat kulit mengering, menghilangkan berat badan, serta menurunkan fungsi seluruh organ tubuh.

Efek Jangka Panjang

Segala metode yang dipakai untuk mengonsumsi kokain akan menimbulkan efek berbahaya pada jangka panjang. Antara lain kehilangan indera penciuman, mimisan, sulit menelan, batuk, asma, risiko infeksi pneumonia, pembusukan usus, berkurangnya aliran darah, risiko HIV, hepatitis C, dan penyakit lainnya. [GP]

SHARE