Lengkap! Pria Bisa Cek Kesehatan di Barbershop - Male Indonesia
Lengkap! Pria Bisa Cek Kesehatan di Barbershop
MALE ID | Sex & Health

Melakukan cek kesehatan secara teratur sangatlah penting bagi pria. Sayang sekali, tidak banyak dari mereka mau pergi ke dokter.

Photo by Mídia from Pexels

Karena itu, beberapa dokter di dunia memikirkan cara kreatif agar seseorang mau cek kesehatan, salah satunya di barbershop.

Berdasarkan sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Circulation, para peneliti (dipimpin Ronald Victor, profesor kedokteran di Cedars-Sinai Medical Center) menemukan bahwa menempatkan fasilitas pengukur tekanan darah di barbershop secara signifikan menurunkan tingkat hipertensi, khususnya pria Afrika-Amerika.

Penelitian ini menemukan bahwa pria yang potong rambut di barbershop dengan fasilitas pengecek tekanan darah memiliki tingkat hipertensi lebih rendah rata-rata 7 mm Hg.

Hasil itu didapat usai peneliti menganalisis 319 pria di 52 tukang cukur berbeda di Los Angeles, Amerika Serikat yang mengalami hipertensi. Setiap gerai secara acak mendatangkan perawat dan apoteker setiap beberapa minggu untuk melayani pengunjung yang ingin cek kesehatan.

Para barberman juga diminta membujuk kliennya agar memeriksa tekanan darah dan menemui dokter jika mereka membutuhkan perawatan.

Menurut peneliti, pria Afrika-Amerika memiliki risiko lebih tinggi terkena hipertensi daripada pria dari etnis lain. Alasannya, mereka lebih malas mengunjungi dokter untuk diagnosis dan mendapatkan perawatan.

Studi lain yang diterbitkan di New England Journal of Medicine juga menemukan manfaat sama. Pria kulit hitam yang mengunjungi salon di Los Angeles dengan program tekanan darah memiliki kesehatan lebih baik dalam waktu enam bulan.

Para peneliti menilai, hasil tersebut memungkinkan apoteker untuk memantau tekanan darah pria di barbershop dan meresepkan obat jika diperlukan.

Ciantel Byler, salah satu apoteker dalam penelitian ini, menyambut baik kesempatan melibatkan profesinya demi membantu mengobati hipertensi di kalangan pria yang pergi ke barbershop.

“Banyak dari mereka yang akhirnya datang menemui apoteker di barbershop, meski mereka tidak memiliki jadwal potong rambut,” kata Byler, seperti dilansir dari Independent.

Ia juga mengatakan bahwa timnya sedang merencanakan program serupa di Nashville, Tenn, bekerja sama dengan rekan di University Vanderbilt dan mengumpulkan data untuk membandingkan hasil penelitian di Los Angeles.

“Jika hasil itu sama positifnya, program tekanan darah di barbershop dapat berfungsi sebagai model deteksi dini demi menjangkau orang yang malas cek kesehatan ke dokter,” ujarnya. [GP]

SHARE