Gua Eksotis di Tanah Italia yang Mencuri Perhatian - Male Indonesia
Gua Eksotis di Tanah Italia yang Mencuri Perhatian
Gading Perkasa | Relax

Di tanah Italia, Anda dapat menemukan gua eksotis dengan airnya yang berwarna biru. Gua bernama Grotta Azzura atau disebut juga Blue Grotto ini berada di sekitar Pulau Capri, Italia.

wikimedia commons

Seperti dilansir dari Atlas Obscura, pada zaman Romawi, gua eksotis Blue Grotto awalnya merupakan sebuah kolam renang pribadi milik Kaisar Tiberius, yang sempat memindahkan ibu kota Kekaisaran Romawi ke pulau tersebut pada tahun 27 Masehi.

Kaisar Tiberius juga dikenang di Capri karena peninggalannya yang berupa tempat tinggal mewah di Villa Jovis.

Di masa Kaisar Tiberius, gua eksotis itu dihiasi beberapa patung, serta area istirahat yang ada di sekitar tepi gua. Tiga patung dewa laut Neptunus dan Triton ditemukan dari bagian dalam gua pada tahun 1964.

Namun, sekarang patung itu sudah dipindah dan dipajang di sebuah museum, Anacapri. Selain penemuan patung, di dalam bagian gua juga terdapat tujuh lokasi patung lain yang ditemukan tahun 2009.

Blue Grotto ditemukan pada tahun 1926 oleh penyair Jerman, Augusht Kopisch. Bahkan, hal ini dicatat di bukunya yang berjudul Entdeckung der Blauen Grotte. Sejak saat itu, Blue Grotto terkenal dan menjadi salah satu bagian Grand Tour pada era Victorian, bersama Pulau Capri.

Terlepas dari sejarahnya, gua setinggi empat kaki atau sekitar satu meter ini merupakan daya tarik wisatawan di tanah Italia. Blue Grotto sendiri memiliki panjang 60 meter dan lebar 25 meter, dapat Anda jelajahi menggunakan perahu-perahu kecil.

Ketika masuk ke dalam gua, Anda akan disambut oleh birunya air. Warna ini disebabkan oleh pantulan sinar matahari yang menembus air Laut Mediterania dan membuatnya seolah bercahaya.

Bagi Anda yang ingin menikmati eksotisme Blue Grotto, bisa menggunakan bus dari Anacapri. Setelah itu, lanjutkan perjalanan dengan perahu dari pelabuhan Marina Grande.

Kalau Anda mencari destinasi yang bisa meningkatkan keintiman bersama pasangan, maka Blue Grotto adalah pilihan tepat.

Sayangnya, akses ke Blue Grotto ditutup jika memasuki musim berangin atau gelombang pasang, karena tingginya air di sana. Wisatawan juga tidak diperkenankan berenang di area gua, karena alasan keamanan dan demi menjaga kejernihan air di sana. [GP]

SHARE