Kejutan Istimewa Ernest Prakasa Sebagai Sutradara - Male Indonesia
Kejutan Istimewa Ernest Prakasa Sebagai Sutradara
Sopan Sopian | News

Pada mulanya, nama Ernest Prakasa mulai dikenal setelah meraih peringkat ketiga dalam acara Stand-Up Comedy Indonesia pada 2011 silam. Kemudian, dari panggung stand-up comedy itulah, Ernest merambah industri film.

Photo by Sopian/Male.co.id

Di dalam dunia perfilm-an itu sendiri, Ernest mengawali kiprahnya sebagai aktor. Dan kini ia lebih dikenal sebagai penulis dan sutradara berbakat, setelah menghasilkan tiga film yakni Ngenest (2015), Cek Toko Sebelah (2016), dan Susah Sinyal (2017).

Kendati kental sebagai stand-up comedy, nyatanya Ernest lebih memilih memfokuskan diri pada dunia film. "Aku mau fokus nulis, direct, dan untuk stand-up, belum ada proyek, karena dua film kedepan ini akan menyita waktu, jadi belum ada proyek stand-up dalam waktu dekat," tuturnya.

Ernest mengakui, bahwa kedua bidang yang ia geluti tersebut memiliki peran masing-masing dan keseruan masing-masing. Di mana, kata Ernest, film dapat menjangkau banyak orang, namun di stand-up ia mampu berinteraksi langsung dengan penonton.

"Stand-up juga seru karena ada interaksi dengan penonton, paling bisa jangkau berapa orang sih? Paling 1000 atau 2000 paling besar. Masing-masing ada keunggulannya,” ujarnya.

Photo by Sopian/Male.co.id

Keberhasilan Ernest dalam dunia film juga membawa dirinya pada pengalaman baru dalam dunia web series. Ia dipercaya untuk memperpanjangkan cerita salah satu filmnya, yakni "Cek Toko Sebelah" menjadi "Cek Toko Sebelah The Series" yang tayang di Hooq sejak 19 Desember 2018 dengan 12 episode. 

Menerima tawaran itu, selain pengalaman baru, menurut Ernest adanya web series, menjadi wahana baru untuk film maker, aktor, dan pekerja film lainnya. "Ini medium baru lagi. Memang selama ini kita tahu ada tv, bioskop, ini baru lagi nih. Bisa jadi sarana baru. Bukan cuma layar lebar," jelasnya.

Untuk membuat karya dari film layar lebarnya mengubah jadi versi series, Ernest mengaku teknis pembuatannya berbeda, begitu pun dari sisi cerita yang disampaikan. Ia juga menjelaskan harus mencari format yang enak untuk dijadikan naskah series.

“Makanya akhirnya aku bikin sinopsis film aja, tapi kita biasa belah 4 part ini jadi 12 episode. Ini jadi pembelajaran baru lagi ini,” terang pendiri komunitas Stand-Up Indo itu.

Bakal Cuti Bikin Film

Photo by Sopian/Male.co.id

Kendati mengawali karier di dunia film sebagai aktor, namun, karena telah menikmati dunia sutrada, Ernest mengaku pelan-pelan akan melepas perannya sebagai aktor. "“Kalau untuk jadi aktor sepertinya saat ini aku lagi nikmati profesi sebagai sutradara dan penulis, jadi akan pelan-pelan dilepas,” ungkapnya.

Selain itu, Ernest juga berencana untuk berhenti atau cuti untuk membuat film pada 2020 nanti. Namun cuti tersebut ia akui akan mungkin diambil setelah dirinya mengerjakan dua film sekaligus pada 2019 mendatang.

"2019 kan bakal kerja dua film, jadi kayaknya asyik kalau istirahat gitu. Tapi ya masih di awang-awang aja sih niat itu," kata Ernest.

Sayangnya, Ernest belum ingin membocorkan dua proyek tersebut. Dua film itu pun tak semuanya digarap Ernest sebagai sutradara. Satu film disebutnya akan bertindak sebagai co-produser sedangkan bangku sutradara akan diisi oleh Bene Dion. 

"Untuk filmnya belum bisa disebutin apa, tapi genrenya horor komedi. Ini pertama kali review skrip yang ada horornya. Seru sih," ucap Ernest. 

Sementara proyek film lainnya disebut Ernest merupakan hasil adaptasi novel 'Imperfect' yang ditulis oleh istrinya, Meira Anastasia. Tak dipungkiri, selain dua film tengah menanti digarap, kini ia masih disibukan dengan promosi film  Milly & Mamet yang sedang tayang di bioskop.

"Bukan karena jenuh sih, saya selalu bersemangat (membuat proyek). Tapi kan kalau capek otak dan fisik jadi tidak fresh," jelasnya. "Takutnya nulis film baru enggak segar dan buntu. Ketika proses kerjainnya sih seru tapi kan energi kekuras banget gitu sih," tambahnya. *** (SS)

SHARE