Tragis! Konser Musik yang Berujung Malapetaka | Male Indonesia - Men in Life Men in Style
Tragis! Konser Musik yang Berujung Malapetaka
Gading Perkasa | News

Konser musik yang digelar oleh band Seventeen di Tanjung Lesung, Banten, pada 22 Desember 2018 lalu berakhir tragis. Terjangan tsunami menyapu konser tersebut dan merenggut ratusan jiwa, termasuk sejumlah personel dan crew Seventeen.

konser musik - Male Indonesiapexels.com

Kabar itu tentunya mengejutkan tanah air. Di samping itu, masih ada banyak sekali konser musik di dunia yang berujung malapetaka. Apa saja ya? Simak ulasan berikut.

Mawazine Festival
Mawazine Festival digelar di Maroko pada Mei 2009. Ini adalah konser musik tahunan yang diisi sederet artis terkenal selama sembilan hari penuh, demi mempromosikan Maroko sebagai negara maju dan modern.

Konser yang sedianya membawa keceriaan, malah berakhir duka dengan kematian sangat tragis di hari terakhir festival, dipadati oleh 70 ribu penonton.

Awalnya, petugas keamanan dikabarkan menutup beberapa pintu akses keluar. Alhasil, sebagian penonton mencoba memaksa keluar dengan memanjat pagar. Pagar tersebut roboh dan menimpa beberapa penonton.

Seperti dilansir Reuters, setidaknya 11 orang meninggal dunia dan 8 orang lainnya mengalami luka serius. Di konser itu, artis kenamaan seperti Stevie Wonder dan Kylie Minogue.

Rosklide Festival
Konser musik Rosklide digelar di Denmark, 30 Juni 2000. Menghadirkan dua band besar, yakni Pearl Jam dan The Cure.

Mengutip Rollingstone, sekitar 50 ribu penonton menantikan aksi panggung Eddie Vedder cs. Delapan orang nekat naik ke atas panggung ketika Pearl Jam tampil. Usia mereka berkisar antara 16 sampai 17 tahun.

Begitu di atas panggung, mereka diminta turun, namun kesulitan karena sesaknya penonton. Buntutnya, delapan orang meninggal di tempat, dan satu lagi di rumah sakit, lima hari pasca acara selesai.

Konser The Who
Desember 1979, band asal Inggris, The Who, dijadwalkan tampil di stadion Cincinnati Riverfront, Ohio, Amerika Serikat. Sebanyak 18 ribu tiket konser sudah ludes terjual.

Namun anehnya, pihak penyelenggara hanya menyediakan 25 petugas keamanan untuk mengawal jalannya konser band tersebut.

The Who dijadwalkan bermain pada pukul 20.00 waktu setempat. Namun, sampai pukul 19.45, panitia belum membuka pintu masuk. Di luar, ribuan penonton yang berdesakan, tak sabar ingin menonton.

Sedangkan di dalam sendiri, mengutip Rollingstone, sudah terdengar suara sound system yang kiranya berasal dari atas panggung. Alhasil, ribuan penonton memaksa memasuki area konser.

Mereka berebut mendapatkan tempat terdekat dengan panggung. 11 orang dikabarkan meninggal dunia akibat terinjak-injak.

Tragedi The Beverly Hills Club
Klub mewah di Cincinnati, Ohio, Amerika Serikat, The Beverly Hills Club, mengadakan konser yang menampilkan penyanyi John Davidson pada 28 Mei 1977.

Sayangnya, konser di sana berakhir tragis. Kebakaran dari sebuah ruangan berubah menjadi besar. Penonton yang panik langsung berhamburan keluar.

Dilansir dari Esquire, akibat kepanikan itu, 165 orang meregang nyawa. Kebanyakan dari mereka terhimpit dan tertindih saat berusaha menyelamatkan diri.

Woodstock 1999
Gelaran Woodstock yang dikenal sebagai konser penuh kedamaian, justru berakhir ricuh. Tragedi itu terjadi di hari penghujung festival Woodstock 1999, saat Limp Bizkit tampil membawakan lagu Break Stuff.

Kabar lain menyebutkan, kekacauan dalam festival Woodstock 1999 datang dari emosi penonton yang jumlahnya melebihi 250 ribu orang.

Parahnya lagi, empat wanita yang hadir dalam acara tersebut diperkosa oleh segerombolan pemuda.

“Kami menyelidiki empat tuduhan pemerkosaan,” kata James Simpson, petugas kepolisian yang bertugas di sana, seperti dikutip dari NYTimes.

Petugas kepolisian juga sempat melihat satu wanita yang diperkosa dan digilir dari satu pemuda ke pemuda lainnya. [GP]

SHARE