Parkdrive: Musik Indonesia Harus Lebih Positif - Male Indonesia
Parkdrive: Musik Indonesia Harus Lebih Positif
MALE ID | News

Pada awal Desember 2018 lalu Parkdrive telah merilis single baru mereka berjudul Cahaya. Kini, band yang berdiri pada awal 2000-an itu tengah fokus menggarap album baru.

Photo by Gading Perkasa/Male.co.id

“Sekarang kami sibuk rekaman album. Lagu-lagunya sudah kita tulis, bersamaan dengan Cahaya. Rencananya album ini rilis di Maret 2019, berisi delapan lagu,” ujar Rayendra Sunito, drummer Parkdrive kepada MALE Indonesia.

Pemain synthesizer sekaligus terompet Parkdrive, Juno Adhi menambahkan, masing-masing personel sudah cukup nyaman dengan karya yang mereka buat.

“Kami juga sering berkumpul, karena dari situ banyak hal baik terjadi. Tujuannya pun agar lagu yang dihasilkan lebih bagus,” ujar dia.

Sempat Lama Vakum
Absennya Parkdrive selama 10 tahun dari belantika musik tanah air tentu bukan waktu yang singkat. Dituturkan Rayendra, tidak gampang membuat sebuah band, dimana setiap personel mempunyai kesibukan sendiri.

“Saat lama vakum, kami sempat kumpul bareng bikin lagu. Cuma saat itu kami belum benar-benar memutuskan untuk jalan lagi. Baru sekarang waktunya,” tutur Rayendra.

Awalnya, band ini dibentuk oleh dua orang, yakni Rayendra dan Juno. Menginjak tahun 2005, bersama Mikuni Gani, mereka meluncurkan album perdana mereka bertajuk self-titled sebelum vakum.

“Di tengah-tengah momen vakum itu, aku masuk mengisi posisi Mikuni. Baru sekarang dia kembali lagi. Jadi personel Parkdrive bertambah seperti sekarang,” kata Olive Latuputty, sang vokalis.

Buat setiap personel, termasuk Juno, Parkdrive bukan cuma sebatas band, namun juga media untuk mengekspresikan diri. “Saya sendiri pernah bikin musik di band lain, tapi hanya di sini saya merasa nyaman,” ujarnya.

Makna di Balik Lagu Cahaya
Lagu Cahaya merupakan bentuk keprihatinan mereka terhadap apa yang terjadi di Indonesia saat ini. Dimana seseorang sibuk mempermasalahkan aib atau kesalahan orang lain.

“Ahok mendedikasikan dirinya buat masyarakat. Dia bisa masuk penjara, bagi saya tidak masuk akal. Kok kita dapat sesuatu yang bagus malah jadi konflik. Mudah-mudahan, lagu ini bisa menginspirasi,” kata Rayendra.

Sedangkan Mikuni, Juno dan Olive menjelaskan, lirik lagu Cahaya bertujuan mengajak orang meniru kebaikan yang ia lakukan (Ahok-red.) dan bisa tetap bersatu meski berbeda pendapat.

Kata Mereka Mengenai Perkembangan Musik Indonesia
Masing-masing personel Parkdrive yakin bahwa musik Indonesia di masa mendatang bakal semakin berkembang. Ditambah lagi, wajah-wajah baru punya talenta luar biasa di berbagai aliran musik.

“Potensi perkembangan musik Indonesia akan semakin keren, baik secara bisnis dan budaya. Musik jazz pun akan demikian,” tutur Rayendra.

“Saya harap Parkdrive bisa memberi warna di dunia musik Indonesia. Karena saya yakin, di luar sana ada telinga-telinga yang satu frekuensi sama kami. Begitu mendengarkan musik kami, mereka bakal bilang, ‘hey, this is my music!,” ujar Olive.

Tanggapan serupa juga diutarakan oleh Mikuni. Baginya, yang paling penting adalah setiap karya Parkdrive bisa abadi. Tidak didengar oleh satu generasi saja. “Kami mau lagu yang kami buat berguna bagi orang lain,” ucap dia.

Sementara Juno mengatakan, alangkah lebih baik jika musisi-musisi tanah air tidak mengangkat tema yang monoton dan lebih positif.

“Jangan terbatas di percintaan saja. Seorang seniman, entah itu pelukis atau musisi punya tanggung jawab besar. Bukan mengajak anak muda menjadi mellow. Bisa kan, membuat lagu tentang friendship atau keluarga,” jelas Juno. [GP]

SHARE