Peradaban Kuno yang Dihancurkan oleh Tsunami | Male Indonesia - Men in Life Men in Style
Peradaban Kuno yang Dihancurkan oleh Tsunami
Sopan Sopian | Story

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) secar resmi menyampaikan bahwa tsunami telah terjadi dan menerjang beberapa wilayah pantai di Selat Sunda, di antaranya pantai di Kabupaten Pandeglang, Serang, dan Lampung Selatan.

Phot by FA2010 on Wikipedia

Tsunami itu terjadi pada Sabtu, 22 Desember 2018 malam pukul 21.27 WIB. Kepala Pusat Data dan Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, melalui keterangan tertulisnya yang diterima MALE Indonesia, mengungkapkan bahwa tsunami bukan dipicu oleh gempa bumi, karena tidak terdeteksi adanya aktivitas tektonik. 

"Kemungkinan tsunami terjadi akibat longsor bawah laut karena pengaruh dari erupsi Gunung Anak Krakatau. Pada saat bersamaan terjadi gelombang pasang akibat pengaruh bulan purnama. Jadi ada kombinasi antara fenomena alam yaitu tsunami dan gelombang pasang," tuturnya.

Ya, tsunami merupakan salah satu bencana alam yang mengerikan. Karena dampaknya dapat merusak apa saja yang dilaluinya. Bangunan, tumbuh-tumbuhan, dan mengakibatkan korban jiwa manusia. Bahkan, tsunami disebut-sebut dapat memusnakan atau menghancurkan sebuah peradaban.

BBC News melaporkan bahwa, penelitian baru yang dipresentasikan di Majelis Umum Uni Geosains Eropa di Wina mengungkapkan bahwa sebuah peradaban kuno yang terletak di sekelompok pulau antara Inggris dan Eropa dihancurkan oleh tsunami sekitar 8.200 tahun yang lalu.

Digambarkan sebagai 'taman Eden' prasejarah, pulau-pulau yang dikenal sebagai 'Doggerland' itu, ditempati oleh suku-suku Mesolitik. Hal tersebut dibuktikan oleh penemuan sejumlah artefak termasuk alat batu dan jaring ikan.

Doggerland adalah area tanah antara Skotlandia Utara, Denmark, dan Kepulauan Channel. Itu diyakini rumah bagi puluhan ribu orang sebelum menghilang di bawah air. Dimulai sekitar 20.000 tahun yang lalu, pelepasan besar-besaran air lelehan dari danau gletser raksasa di Amerika Utara, yang disebut Danau Agassiz, menyebabkan permukaan laut melonjak lebih dari dua kaki. Doggerland secara bertahap tenggelam oleh air, dan lenyap.

Namun, tim ilmuwan di Imperial College menemukan bahwa tanah longsor yang sangat besar di dekat Norwegia sekitar 3.000 kilometer kubik, menciptakan tsunami yang menutupi pulau-pulau dalam air dan memusnahkan penduduk manusia.

"Dampaknya pada siapa pun yang tinggal di Doggerland pada saat itu sangat besar, sebanding dengan tsunami Jepang 2011 lalu," kata Dr Jon Hill dari Imperial College.

Sekitar 10.000 tahun yang lalu, daerah itu masih menjadi salah satu daerah terkaya untuk berburu, menangkap ikan, dan berburu burung di Eropa. "Pada zaman Mesolitik, ini adalah surga," jelas Bernhard Weninger, dari Universitas Cologne di Jerman, yang tidak terlibat dengan penelitian ini. *** (SS)

SHARE