Kiat Memotret Saat Berburu Petir di Musim Hujan | Male Indonesia - Men in Life Men in Style
Kiat Memotret Saat Berburu Petir di Musim Hujan
Sopan Sopian | Sport & Hobby

Cuaca ekstrem yang menimpa di beberapa wilayah di Indonesia belakangan menakutkan. Selain angin kencang dan hujan deras, salah satu yang bikin menyeramkan cuaca akhir-akhir ini adalah petir yang menyambar.

Photo by Ian Froome on Unsplash

Mengapa tidak menyeramkan, petir dapat menyakiti bahkan membunuh jika tersambar. Namun, bagi beberapa orang yang hobi akan fotografi, justru ini adalah momen yang luar biasa. Karena kemunculan cahaya petir dan kilatan halilintar akan menjadi obyek menarik untuk di abadikan.

Nah, bagi Anda yang baru menggeluti hobi dan ingin mendapatkan hasil gambar yang menakjubkan untuk mengambil momen musim hujan ini, mengutip laman Photographylife, ada beberapa persiapan yang harus Anda lakukan jika ingin menangkap petir ke dalam jepretan kamera DSLR Anda.

Persiapkan Peralatan
Kamera DSLR dan tripod adalah dua benda yang wajib dibawa. Lensa jenis apa pun boleh. Pastikan kameranya bisa diatur secara manual untuk shutterspeed serta aperture-nya. Walau ada yang beruntung mendapatkan fotonya tanpa tripod, tapi akan lebih baik jika Anda membawanya. Peralatan lain seperti remote inframerah atau senter juga mendukung sesi pemotretan Anda.

Tentukan lokasi
Bukan masalah besar untuk mencari tempat badai yang memiliki banyak petir. Tapi, sulit mencari spot yang tepat. Pilihlah lokasi yang bagus namun masih aman agar terhindar dari bahaya. Lindungi kamera beserta perlengkapan dengan penutup kain atau plastik.

Perhatikan Posisi Aman
Karena petir adalah objek yang berbahaya, hal paling penting untuk bisa mengambil gambar petir adalah perhatikan dan carilah posisi seaman mungkin, seperti di dalam gedung dan mobil. Jangan berdiam di lokasi yang memiliki banyak cahaya dari luar, apalagi di sekitar air atau pepohonan tinggi karena bisa saja petir menyambar objek tersebut.

Harus Memiliki Kesabaran
Hal selanjutnya untuk bisa mendapatkan petir sebagai gambar foto Anda, menunggu penuh kesabaran melihat bagian langit mana yang memiliki frekuensi petir adalah hal penting. Untuk itu, Anda persiapkan diri Anda untuk bisa menjadi seseorang yang tidak terburu-buru.

Pengaturan Kamera
Pemotretan petir umumnya membutuhkan kecepatan rana yang lambat, jadi untuk memberikan cukup waktu per eksposur mendapatkan sedikitnya satu ledakan. Inilah dimana memiliki setidaknya kamera SLR digital tingkatan awal dengan pengaturan mode drive kontinu bisa berguna. 

Anda dapat menyetel pengaturan eksposur Anda, mengaktifkan dan mengunci tombol pelepas rana pada pelepasan kabel, kemudian duduk dan nikmati menyaksikan pertunjukkan petir sementara kamera dan kabel rilis melakukan pekerjaannya untuk anda.

Langkah berikut adalah skema dan penjelasan pengaturan eksposur yang direkomendasikan untuk memotret petir. Seperti yang Anda tebak, Anda harus menggunakan pengaturan manual lengkap untuk kamera Anda sehingga anda dengan bebas mengatur apertur, kecepatan rana dan ISO.

Banyak yang merekomendasikan ISO berada di posisi 100. Ini memberikan kecepatan rana yang lebih lama dengan noise seminimal mungkin.

Mengatur Susunan Fotonya
Pastikan untuk mengambil langitnya daripada foreground atau background. Sekira 60-80 persen ke arah langit dan sisanya ke latar belakang atau depan. Pada akhirnya, petirnya akan terlihat fokus di langit. *** (SS)

SHARE