Startup: Kelola Properti dengan Sistem Canggih - Male Indonesia
Startup: Kelola Properti dengan Sistem Canggih
Gading Perkasa | Works

Hoostia adalah sebuah platform yang mengelola properti agen, salah satunya apartemen. Tentu saja, di dalam pengelolaannya, terdapat sistem keamanan yang cukup canggih.

Photo: Doc.

Lina Yunita, Co-Owner sekaligus Chief Marketing Officer Hoostia menyebut, Hoostia berdiri secara resmi pada tahun 2015, meski baru aktif setahun sesudahnya. Jumlah karyawannya saat ini lebih dari 20 orang.

“Sebenarnya di luar sana sudah ada model bisnis seperti kami, tapi yang menggunakan anti-fraud system baru Hoostia. Pada intinya, yang kami tawarkan adalah channel manager dan anti-fraud system,” ujar Lina kepada MALE Indonesia.

Ia menjelaskan, setiap orang yang memiliki properti dapat mendaftarkan unitnya, dan sistem akan melakukan distribusi melalui saluran Hoostia.

“Kami bantu perihal invoice dan hal-hal lain, termasuk menghubungkannya dengan berbagai platform seperti Traveloka, Tiket.com, Agoda, Air BnB, PegiPegi,” kata dia.

Sebagaimana sudah disinggung oleh Lina, Hoostia mempunyai anti-fraud system, yang berguna untuk monitoring antara owner dan agen offline. Terdapat Internet of Things (IoT) di dalam sistem tersebut, berupa sebuah alat di tiap kamar apartemen.

Sejak awal berdiri, Lina mengaku harus melihat apakah ide yang ditawarkan bisa digunakan dan valid atau tidak. Bahkan menurutnya, Hoostia sama sekali belum memperoleh investor atau venture capitalist.

“Lebih tepatnya, kami tidak mencari dulu, bootstrapping dan biaya sendiri, serta dibantu oleh angel investor. Kami juga hanya mengandalkan word of mouth. Baru di akhir 2018 sampai awal 2019, kami berencana expand,” tutur Lina.

Sejauh ini, Lina melanjutkan, apartemen yang dikelola oleh Hoostia sekitar 300 gedung, mayoritas di Jakarta. “Apartemen yang paling besar berada di kawasan Kalibata, dan Scientia Residences di BSD,” tuturnya lagi.

Ia mengatakan bahwa di luar sana masih ada agen-agen apartemen yang ‘nakal’ dan tidak melaporkan pendapatan kepada sang owner. Tapi, sistem di Hoostia dapat melacak hal itu, alhasil tidak ada celah fraud.

“Pastinya, sistem yang sekarang ini belum sempurna 100 %, tapi kami selalu berusaha semaksimal mungkin,” kata Lina.

Ditambahkan olehnya, memperoleh kepercayaan dari klien yang notabene merupakan pemilik apartemen bukan hal sulit. Karena perusahaannya jelas, dan secara sistem lebih established daripada agen apartemen lain.

Rencana ke depan, Lina menerangkan apabila Hoostia hendak menciptakan banyak lapangan pekerjaan, merekrut orang-orang untuk menjadi host manager. “Akan ada sistem yang membantu proses check-in dan check-out di hotel kecil, kos-kosan eksekutif dan vila,” ujarnya.

Di akhir wawancara, Lina memberi sedikit advice buat seseorang yang tertarik memulai bisnis startup. Pastikan agar memiliki modal kuat agar mampu bertahan.

“Anda harus bisa menyelesaikan problem seseorang. Make sure Anda punya peluru yang cukup agar tidak bingung mencari funding. Be realistic. Kalau belum settle secara finansial, sebaiknya jangan buka bisnis startup dulu karena Anda tidak akan bisa fokus,” jawabnya kepada MALE Indonesia. [GP]

SHARE