Merasa Pusing Setelah Duduk, Ini Penyebabnya - Male Indonesia
Merasa Pusing Setelah Duduk, Ini Penyebabnya
MALE ID | Sex & Health

Apa Anda pernah mengalami perasaan kepala seperti berputar-putar lantaran langsung berdiri dari posisi duduk? Berdiri terlalu cepat memang membuat kepala terasa pening. Namun, Anda tak usah terlalu mengkhawatirkannya.


Pexels

Dr. Sutton, ahli jantung intervensi mengatakan, tingkat bahaya rasa pening di kepala tergantung penyebabnya. Dan, pusing setelah langsung berdiri dari posisi duduk berhubungan dengan tekanan darah.

“Ketika kita berdiri, gravitasi ikut bermain, dan darah cenderung menyatu di bagian bawah tubuh,” kata dia.

Jadi, jika Anda berdiri terlalu cepat, kadang-kadang hipotensi ortostatik terjadi. Hipotensi ortostatik merupakan tekanan darah ke bagian atas tubuh, terutama kepala, menurun saat berdiri. Ini menyebabkan pusing atau pening.

“Biasanya, pembuluh darah di bagian atas tubuh mengencangkan atau menyempit saat kita berdiri, agar tekanan darah tetap stabil,” ujar Sutton.

Apabila tekanan darah cukup rendah saat mulai berdiri, lanjutt Sutton, seseorang mungkin cenderung mengalami gejala pusing. Sebab, sirkulasi yang buruk ke kepala. Namun, ia mengatakan bahwa hal ini biasanya terjadi dalam jangka pendek.

“Setelah pembuluh darah menyesuaikan diri untuk berdiri, gejala pusing akan hilang,” katanya lagi.

Menurut Sutton, ada banyak hal yang dapat memengaruhi tekanan darah, antara lain dehidrasi, obat-obatan, kondisi jantung, dan masalah neurologis.

Sementara itu, Nesochi Okeke-Igbokwe, dokter dan ahli kesehatan, menambahkan, pada beberapa orang, gejala ini bisa berkaitan dengan disfungsi baroreseptor.

“Refleks baroreseptor membantu mengatur perubahan mendadak pada tekanan darah. Kegagalan disfungsi baroreseptor dapat berkontribusi untuk masalah hipotensi ortostatik berulang” kata Okeke-Igbokwe.

Ia juga menyebut, beberapa orang umumnya lebih rentan mengalami gejala pusing ketika berdiri. Jika ini terjadi pada Anda, coba luangkan waktu dan duduk sebelum berdiri.

Cara ini membiarkan tubuh menyesuaikan diri dengan gravitasi. Kalau hanya terjadi sesekali, kita tak perlu khawatir.

Namun, jika gejala tersebut berlanjut dan semakin memburuk, sebaiknya Anda berkonsultasi pada dokter demi menentukan akar penyebabnya.

Komplikasi hipotensi ortostatik yang sedang berlangsung dapat meningkatkan risiko pingsan dan jatuh berulang, menyebabkan patah tulang.

“Ini juga berpotensi pada risiko stroke, jika suplai darah ke otak sering terganggu,” tutur dia. [GP].

SHARE