Suzuki Hayabusa Disuntik Mati, Apa Penerusnya? - Male Indonesia
Suzuki Hayabusa Disuntik Mati, Apa Penerusnya?
MALE ID | Sport & Hobby

Sebagai motor bergenre sport, Suzuki Hayabusa telah memasuki 20 tahun masa produksi. Kabarnya, motor ini akan segera dihentikan produksinya. Apa pasal?

wikimedia commons

Alasan utamanya karena penjualan mulai berkurang, dan pengetatan emisi standar di seluruh dunia. Pada 2018, pasar Eropa dan Asia secara praktis melarang motor berkapasitas 1300 cc, membuat benua Amerika jadi satu-satunya wilayah yang tersisa untuk penjualan Suzuki Hayabusa.

Namun pada akhirnya, setelah 11 tahun berjalan, Hayabusa beredar tanpa ada sosok penerusnya, dan Suzuki belum menjawab tentang hal ini.

Kembali ke era 90-an, dimana para produsen bersaing keras membangun motor produksi tercepat. Suzuki berhasil melahirkan Hayabusa pada tahun 1999, dengan catatan akselerasi dari 0-100 km/jam dalam 2,5 detik. dan kecepatan tertingginya sekitar 312 km/jam.

Saat itu, pabrikan Eropa dan Jepang cukup khawatir, sehingga memutuskan peraturan batas kecepatan tertinggi 186 mph atau 299 km/jam.

Melihat kondisi tersebut, tepatnya tahun 2008, Suzuki tak pernah berhenti berinovasi. Pasalnya, Suzuki Hayabusa mengalami peningkatan kapasitas mesin dari 1299 cc ke 1340 cc, menghasilkan 174 HP dan torsi 135 Nm.

Pencapaian statistik ini dinilai paling mengesankan dalam kategori motor standar, dan Hayabusa diciptakan dengan mesin naturally aspirated.

Pasar mulai menyisihkan kehadiran Hayabusa sebagai motor tercepat di dunia, dan muncullah Honda RC213V-S yang tercatat mampu meraih kecepatan sekitar 321 km/jam.

Beberapa tahun kemudian, tepatnya pada 2016, Kawasaki mengeluarkan H2 Supercharged, dan sanggup menembus 400 km/jam, dengan letupan daya 300 HP dan torsi 155 Nm dari mesin inline 4 berkapasitas 998 cc.

Kehadiran Kawasaki H2 telah merobek catatan waktu tercepat 2,5 detik 0-100 km/jam, dan hanya perlu delapan detik untuk mencapai kecepatan 313 km/jam.

Upaya suntik mati Hayabusa di pasar Amerika sudah direncanakan, namun bukan berarti pihak Suzuki tinggal diam. Meski pada kenyataannya, mereka membiarkan Hayabusa keluar dari jajaran motor tercepat di dunia.

Di laman resmi Suzuki, masih terlihat sosok Hayabusa versi 2019 dengan warna hitam dan perak. Tapi itu keluaran terakhir. Disinyalir, motor ini benar-benar akan dihentikan pada 2020.

Guna mengembalikan kejayaan Hayabusa, Suzuki bisa saja menciptakan produk baru dengan supercharged. Atau memang mereka berniat menyuntik mati sebagai cara mudah mengurangi sepinya peminat motor sport. [GP]

SHARE