Saran Ahli Atasi Komunikasi Buruk dengan Pasangan - Male Indonesia
Saran Ahli Atasi Komunikasi Buruk dengan Pasangan
MALE ID | Relationships

Komunikasi menjadi kunci utama untuk hubungan yang sehat. Artinya, ketika komunikasi Anda dengan si dia tidak sehat. Otomatis hubungan pun tak bisa dibilang baik-baik saja. Bahkan, dengan komunikasi yang kurang sehat, tentu apapun yang ingin dilakukan akan menjadi serba salah.

Pixabay.com

Maka dari itu, perbiki komunikasi Anda dengan pasangan Anda jika ingin hubungan Anda dalam jalur yang baik dan sehat. Meski tidak mudah, itu sudah menjadi suatu keharusan yang dilakukan. Para pakar yang dikutip dari berbagai sumber, memberikan beberapa saran untuk Anda yang memiiki komunikasi kurang sehat dengan pasangan Anda.

Pasif-Agresif
Menyamarkan perasaan dan emosi Anda dibalik sarkasme dan pernyataan “pasif-agresif” adalah bentuk komunikasi yang sangat tidak sehat. Pasif-agresif adalah tanda perasaan terluka, asumsi negatif, tanda penyesalan dan tidak bahagia dalam suatu hubungan. 

Sikap pasif-agresif menuntut seseorang untuk membaca pikiran lawan bicaranya, dan manusia tidak bisa melakukan hal itu. Laura Doyle, seorang pakar dalam hubungan berkata, “Sebuah mitos klasik bahwa berbicara to the point membuat Anda menjadi orang jahat. Kuncinya adalah bagaimana Anda menyampaikan keinginan sekaligus membuat lawan bicara Anda terinspirasi, bukannya merasa diserang.” 

Intinya dari itu, tetap fokus pada diri sendiri. Fokus pada perasaan, kebutuhan, apa yang Anda inginkan, dan bukan menunjuk lawan bicara Anda dan menumpahkan kesalahan padanya.

Kritik dan Saran Disampaikan Sebagai Saran yang Membangun
Doyle berkata, pernyataan seperti ‘Apakah Anda yakin memakai baju itu?’ adalah contoh kritikan yang disamarkan. Anda tidak akan selalu setuju setiap saat, tapi bukan berarti segala hal patut dijadikan pertengkaran”. 

Penting bagi Anda untuk menyampaikan maksud dan keinginan dengan baik. Jika Anda ingin memberikan saran, Anda bisa memilih kata-kata yang tepat. Misalnya untuk kasus baju di atas, Anda bisa mengubah kalimatnya menjadi, “Sepertinya baju itu lebih cocok diganti. Atau, kenapa tidak memakai atasan yang satu lagi?” 

Menghormati satu sama lain adalah poin penting dan layaknya oksigen dalam hubungan, tanpa rasa hormat hubungan tersebut akan hancur. 

Fokus pada Lawan Bicara Bukan pada Masalah
Doyle mengatakan bahwa Anda perlu menjangkau akar permasalahannya. Berfokus pada masalah dan introspeksi diri dan bukannya terfokus pada lawan bicara saja menjadi kunci persoalan komunikasi tidak sehat menjadi sehat.

Tina Konkin, Penulis buku tentang hubungan, mengatakan bahwa introspeksi diri itu penting. “Ketika seseorang itu sadar bahwa yang bisa mereka ubah hanyalah diri mereka sendiri, di saat itulah mereka melihat peluang untuk berubah,” tutur Tina. *** (SS)

SHARE