Jangan Percaya! Hal Tentang Sperma ini Cuma Mitos - Male Indonesia
Jangan Percaya! Hal Tentang Sperma ini Cuma Mitos
MALE ID | Sex & Health

Sperma berasal dari bahasa Yunani yang berarti benih. Semen (air mani) berisi ribuan sperma yang mengandung lebih dari 200 tipe protein, kalsium, vitamin C dan B12, citric acid, lactic acid, fructose, nitrogen, potassium, sodium, phosphorus dan zinc.

Maxpixel.net

Sperma menjadi penting dari salah satu kejantanan seorang pria. Namun, di balik itu anyak beredar mitos tentang sperma yang terlanjur dianggap benar. Berikut beberapa mitos yang berkembang di tengah-tengah Anda dan kadang dianggap benar/disalahartikan.

Semakin Kental, Semakin Subur
Faktanya, kekentalan sperma bukanlah tolak ukur pasti untuk menilai tingkat kesuburan sperma untuk membuahi. Sebab bagaimana pun tekstur sperma yang dihasilkan saat ejakulasi, nantinya tetap membutuhkan bantuan dari sistem reproduksi wanita untuk bergerak mencapai sel telur.

Sperma yang masuk ke dalam vagina akan bersentuhan dengan lendir pada rahim. Tugas lendir ini adalah untuk melindungi sperma dari vagina yang asam, sekaligus menolak sperma yang tidak memenuhi kualitas untuk membuahi sel telur. Jadi, apa pun tekstur sperma sebenarnya akan tetap sama bagi sistem reproduksi wanita.

Sperma tidak Bertahan Lama Setelah Ejakulasi
Nyatanya, lama hidup sperma tergantung pada tempat di mana sperma dikeluarkan. Jika sperma dihasilkan saat penetrasi dalam vagina, sekitar tiga sampai lima hari ke depan sperma masih dapat bertahan hidup.

Namun, tidak demikian bila sperma dihasilkan di luar tubuh. Hanya dalam hitungan menit sperma sudah bisa mati karena faktor lingkungan yang tidak mendukung. Terlebih karena sperma menyukai tempat yang lembap, sehingga kemungkinanya untuk mati akan semakin besar ketika keluar di luar tubuh dan mengering.

Sperma Berguna untuk Vitalitas
Beberapa lapisan masyarakat percaya kalau mengonsumsi sperma bisa menyebabkan vitalitas meningkat. Oleh karena itu, beberapa pria konon banyak memakan sperma yang dihasilkan dengan harapan bisa lebih kuat dan tidak letoi saat berhubungan badan.

Sperma memang mengandung banyak nutrisi seperti protein dan glukosa yang membuatnya manis. Namun, belum ada penelitian yang membuktikan kemampuan dari sperma ini. Bahkan, mengonsumsi sperma bisa saja menimbulkan penyakit kalau sperma yang dihasilkan tidak sehat dan mengandung bakteri.

Sperma yang Tertelan Wanita Bikin Tekdung
Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, pembuahan hanya bisa terjadi ketika sel telur dibuahi langsung oleh sperma melalui proses penetrasi. Artinya, sperma harus masuk terlebih dahulu ke dalam rahim melalui vagina, baru kemudian bertemu sel telur untuk menghasilkan pembuahan.

Sedangkan ketika Anda menelan sperma, alur masuknya sperma ke dalam tubuh tidak akan berujung pada sistem reproduksi. Sama seperti saat menelan makanan dan minuman, sperma yang masuk ke dalam kerongkongan akan berakhir di sistem pencernaan. Sperma tidak akan “nyasar ke sistem reproduksi.

Zat di dalam pencernaan Anda akan membunuh sperma sehingga tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya. Jadi tentunya tidak mungkin mengakibatkan pembuahan. Jadi, Anda tidak usah khawatir lagi jika si dia tak sengaja menelan sperma Anda. *** (SS)

SHARE