Pemain Bintang Sulit Bersinar di Manchester United - Male Indonesia
Pemain Bintang Sulit Bersinar di Manchester United
Gading Perkasa | Sport & Hobby

Sejak hijrah dari Manchester United ke Olympique Lyon pada 2016, Memphis Depay sudah mencetak 25 gol dan 23 assist dari 62 pertandingan Ligue 1. Statistik tersebut sangat kontras dengan kontribusinya di Setan Merah, 2 gol dan 1 assist dari 33 pertandingan Liga Primer Inggris.

wikimedia commons

Hal serupa dirasakan Angel Di Maria. Bermain sebagai winger seperti Depay, Di Maria mengoleksi 30 gol dan 34 assist dari 97 pertandingan Ligue 1. Beda jauh dengan catatannya semasa berseragam Manchester United, hanya 3 gol dan 11 assist dari 27 pertandingan.

Sementara Depay dan Di Maria sudah lewat dari masa suram, tiga pemain bintang lain masih sulit berkembang. Alexis Sanchez, Paul Pogba, dan Romelu Lukaku kehilangan taji sejak merapat ke Theatre of Dreams.

Jika dihitung dari awal bergabung, Alexis Sanchez baru mencetak total 10 gol dan 7 assist dari 37 pertandingan. Selain itu, Lukaku juga tidak produktif seperti saat bermain untuk di Everton. Parahnya, dia gagal menceploskan bola ke gawang kosong ketika MU dibantai Tottenham 0-3 pada akhir Agustus 2018.

Nasib Pogba boleh dibilang ‘agak’ mujur. Namun sayangnya ia tak bisa mempertahankan performa gemilang dan dinilai kurang berpengaruh. Beda dari penampilannya di timnas Prancis.

Gary Neville menganggap, Pogba bermain tidak serius. “Semua yang dilakukannya hanya untuk media sosial Instagram dan Youtube. Dia seakan tampil tak serius, cara dia melakukan sesuatu seperti hanya candaan,” ujar Neville kepada Sky Sports.

Kira-kira, apa penyebab para pemain bintang sulit bersinar di Manchester United?

April 2018, Memphis Depay mengungkapkan alasan dirinya hengkang. Baginya, MU memberinya tekanan yang sangat luar biasa.

“Saya tidak bisa menjadi siapa pun kecuali diri saya. Saya coba mengikuti orang lain, tapi saya tak merasa bahagia. Bagaimana mungkin saya hebat di saat saya tak bahagia dengan diri saya sendiri,” katanya kepada Eurosport.

“Sekarang saya senang di Lyon. Sejujurnya, saya tak kekurangan apa pun dalam hal kualitas. Yang saya butuhkan hanyalah konsistensi,” katanya lagi.

Sedangkan, Debora Gomes, mantan penerjemah Angel Di Maria, mengungkap bahwa sang pemain merasa tak nyaman di Old Trafford.

“Ia tak bisa berkomunikasi pada orang-orang, dan merasa dibeli klub karena alasan yang buruk. Manajemen berpikir apakah seorang pemain akan mendatangkan banyak uang atau tidak,” ujar Debora seperti dilansir Mirror.

Hal itu tak berhenti begitu saja di Angel Di Maria. Setahun berselang, MU memboyong Pogba dari Juventus dengan transfer fantastis, yang menghadirkan keuntungan bagi klub dalam hal penjualan jersey.

Alexis Sanchez juga angkat suara mengenai kesulitannya beradaptasi di Old Trafford. “Saya pikir dalam beberapa pertandingan, saya kesulitan dengan gaya main tim ini,” kata Sanchez kepada FA Matchday Programme.

Wajar saja, Arsenal semasa kepelatihan Arsene Wenger adalah tim yang bermain dengan pola menyerang dan mengandalkan umpan-umpan pendek. Beda dengan United di bawah asuhan Jose Mourinho yang berfokus ke pertahanan dan serangan balik.

Hal ini pula yang menjadikan Lukaku tumpul, karena para penyuplai bola di belakangnya sulit menemukan performa terbaik.

Harus diakui, United belum memiliki sosok pengganti Ferguson. Tentunya, motivator seperti ini dibutuhkan untuk mengurangi tekanan berlebih pada pemain, khususnya mereka yang baru bergabung. [GP]

SHARE