Bukan Cuma Diabetes, Ini Dampak Gula Darah Tinggi - Male Indonesia
Bukan Cuma Diabetes, Ini Dampak Gula Darah Tinggi
Gading Perkasa | Sex & Health

Gula darah tinggi tak cuma berdampak pada diabetes. Kondisi ini juga dapat mengakibatkan beragam gangguan kesehatan lainnya.

gula darah - male Indonesiapixabay.com

Itu terjadi lantaran darah ada di seluruh bagian tubuh. Alhasil, peningkatan gula darah mengganggu aktivitas Anda sehari-hari. Berikut merupakan enam akibat dari gula darah tinggi.

Penurunan Kognitif
Studi yang dipublikasikan dalam jurnal Diabetologia pada tahun 2018 mencatat adanya hubungan antara kadar gula darah dengan fungsi kognitif seseorang.

Studi itu menganalisis lebih dari 5 ribu orang selama 10 tahun. Hasilnya, orang dengan kadar gula darah tinggi mengalami penurunan fungsi kognitif paling cepat.

Masalah Tulang dan Sendi
Kadar gula darah yang tinggi dapat menyebabkan gangguan pada tulang dan sendi. Kondisi ini dikenal dengan istilah neuropati diabetes. Gula darah tinggi menimbulkan sensasi seperti ditusuk-tusuk jarum, bahkan hingga mati rasa pada tangan dan kaki.

Selain itu, kadar gula darah tinggi juga dapat melekat pada permukaan sendi, menurunkan kolagen, dan mengurangi daya gerak sendi.

Penyakit Kardiovaskular
Dikutip dari US News, penelitian terbaru menunjukkan kadar gula dalam darah bisa menjadi penyebab seseorang mengalami penyakit kardiovaskular atau penyakit yang berhubungan dengan jantung dan pembuluh darah.

Gula darah tinggi meningkatkan produksi radikal bebas yang menyebabkan kematian dini pada sel dan mengurangi ketersediaan nitrit oksida di pembuluh darah. Kondisi ini menyebabkan gangguan seperti serangan jantung.

Penyakit Ginjal
Gula darah yang tinggi bisa merusak fungsi ginjal sehingga menyebabkan penyakit ginjal. Pasalnya, ginjal bekerja lebih keras dalam menyeimbangkan cairan dan membuang racun dalam tubuh.

Gangguan Seksual
Kadar gula darah tinggi menyebabkan sirkulasi darah ke organ seksual berkurang. Akibatnya, organ seksual tak bisa bekerja secara maksimal, terutama saat sedang ereksi.

Berdasarkan Joslin Diabetes Center, lebih dari setengah pria yang menderita diabetes selama 10 tahun juga terkena disfungsi ereksi. Mereka yang memiliki gula darah tidak terkendali mengalami gangguan seksual.

Depresi
Dikutip dari Healthline, orang dengan gula darah tinggi memiliki risiko dua kali lebih tinggi terkena depresi. Para ahli berpendapat, hal ini terjadi karena metabolisme tubuh saat gula darah tinggi memengaruhi fungsi otak. [GP]

SHARE