Asal-Usul 5 Seni Bela Diri Kuno yang Masih Ada - Male Indonesia
Asal-Usul 5 Seni Bela Diri Kuno yang Masih Ada
MALE ID | Story

Mulai dari acara telvisi hingga film ternama dipenuhi dengan seni bela diri yang memesona. Mulai dari kejenakaan kung fu dalam film Kung Fu Panda hingga seni bela diri yang memesona dari Bruce Lee.

Selain seni bela diri kung du, ada lagi seni rahasia ninjutsu, yang diterapkan oleh ninja-ninja hitam yang mematikan. Namun, semua seni bela diri yang sensasional ini adalah konsep yang relatif modern dari seni bel diri tertua yang mematikan.

Kendati banyak konsep modern, namun masih ada seni bela diri tertua yang masih dipraktikan hingga sekarang. Seperti mengutip laman ancient-origins, berikut lima seni bela diri tertua di dunia yang masih ada.

Pankrasi

Photo by Quajujima on Wikipedia

Kata Pankrasi atau Pankration memiliki arti umum "semua kekuatan". Berasal dari sekitar tahun 2000 SM, mitologi Yunani mengklaim bahwa sistem tersebut diterapkan oleh Heracles legendaris (Hercules) ketika ia melawan Singa Nemea, dan juga oleh Theseus, yang menggunakannya untuk melawan Minotaur.

Pankrasi diperkenalkan ke Olimpiade Yunani kuno pada 648 SM dan beberapa sejarawan modern menganggap asal-usul Pankration telah berkembang sebagai 'teknik perang' oleh hoplites Spartan dan phalanx Makedonia Agung.

Menurut studi buku Michael Poliakoff 1986 dalam Terminologi of Greek Combat Sport, seni Pankration mengombinasikan tinju dan gulat, di mana diizinkannya menendang dan memegang, mengunci dan mensedak. 

Seni bela diri ini hanya berakhir ketika salah satu pejuang dibuat tidak sadarkan diri, atau mati. Turnamen Pankrasi modern masih diadakan, Kini dengan beragam perubahan, nama itu dikenal menjadi Mixed Martial Arts (MMA).

Shuai Jiao

Photo by Metatronangelo on Wikipedia

Catatan kekaisaran Cina kuno yang dibuat pada 2697 SM merinci kegiatan prajurit yang mempraktekkan gaya kuno Kung-Fu militer yang dikenal sebagai "jiao di" ( tanduk menyeruduk ) di musim dingin. Para serdadu memakai 'tutup kepala bertanduk' dan berusaha untuk 'memotong' dan melemparkan musuh mereka keluar dari sebuah lingkaran. 

Pertarungan ini telah digambarkan sebagai sumber asli dari 'semua' bentuk seni bela diri terakhir di Cina, dan perkembangan selanjutnya, Jiao li, pertama kali dirujuk dalam  Ritus Klasik selama Dinasti Zhou. Ini membawa berbagai blok baru, kunci gabungan, dan melumpuhkan di titik-titik tekanan.

Disiplin seni bela diri ini menjadi olahraga umum yang sangat populer, tetapi acara komunitas ini sebenarnya adalah perangkat pintar yang digunakan oleh penyelenggara pertarungan sebagai cara untuk menyoroti dan merekrut pejuang terkuat di tingkat lokal untuk memperjuangkan hadiah potensial sebagai satu dari pengawal kaisar. 

Istilah "shuai jiao" dipilih oleh Akademi Guoshu Pusat Nanjing pada tahun 1928 ketika aturan pertempuran diformalkan. Ini terus diajarkan di akademi kepolisian dan militer di Tiongkok hingga sekarang.

Malla-yudda

Photo by fae on Wikipedia

Malla-yudda muncul pada 3000 SM di beberapa negara Asia Selatan, termasuk India, Pakistan, Bangladesh, Sri Lanka, dan Nepal. Catatan tertulis paling awal untuk seni bela diri ini ditemukan dalam Mahabharata, epik India kuno abad ke-5 SM.

Malla-yudda klasik dibagi menjadi empat gaya bertarung, masing-masing dinamai dan dilindungi oleh dewa Hindu, yakni Jambuvanti, mengadopsi kunci dan memegang untuk memaksa lawan menjadi tunduk. Kemudian Hanumanti berkonsentrasi pada keunggulan teknis. Ada juga Jarasandhi, mempraktikkan pemutusan tungkai dan dislokasi sendi. Dan Bhimaseni, manipulasi dari berat lawan, menggunakan gravitasi dan kekuatan semata. 

Malla-yudda kehilangan popularitas pada akhir abad ke-16, tetapi masih dipraktikkan di komunitas kecil pejuang di seluruh Asia Selatan.

Tinju

Photo by Yann on Wikipedia

Bukti paling awal 'tercatat' dari kompetisi pertempuran tinju ditemukan pada relief Sumeria kuno yang ditemukan di Irak modern yang diciptakan pada milenium ke-3 SM di negara-negara Mesopotamia Asyur dan Babylonia, dan dalam seni Hittite dari Asia Kecil. 

Pada tahun 1350 SM, patung relief yang dipahat di Thebes, Mesir modern, mengilustrasikan dua pejuang telanjang, bertopeng mengenakan sarung tangan untuk mendukung pergelangan tangan mereka, yang berevolusi menjadi sarung tinju klasik.

Bukti awal pertempuran tinju 'dengan sarung tangan' ditemukan di Minoan Kreta yang berusia sekitar 1500 SM, dan aturan tinju resmi pertama muncul di Olimpiade ke-23 tahun 688 SM. Hari ini, tinju adalah salah satu olahraga tontonan paling populer di dunia dan merupakan komponen penting dalam MMA modern.

Gulat/Bergulat

Photo by Lavallen on Wikipedia

Bentuk bergulat dan gulat, direkam oleh banyak budaya kuno. Dan asal-usul asli seni bela diri ini tidak mungkin untuk menentukan siapa pemenangnya. Namun, gulat tak bersenjata diterima sebagai teknik tempur tertua dalam sejarah. 

Gulat jelas digambarkan di Mesir kuno sekitar 2000 SM, tetapi patung-patung yang lebih tua dari orang Mesir menggambarkan laki-laki bergulat. Menurut laman AthleticScholarships.Net, gulat bahkan digambarkan dalam lukisan gua 15.000 tahun di Perancis. *** (SS)

SHARE